
WARTAPHOTO.NET. PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sriwahyuningati, menilai penyelenggaraan Festival Sungai Juwana memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya pemerintah menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem sungai.
Menurut Endah, keterlibatan masyarakat melalui festival tersebut menjadi bentuk kolaborasi yang mampu membantu tugas pemerintah dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Secara khusus, kegiatan Festival Sungai Juwana ini otomatis menjadi bantuan bagi pemerintah dalam menjaga lingkungan dan membantu tugas-tugas yang seharusnya dilakukan pemerintah,” ujar anggota DPRD Pati dari Fraksi Golkar ini.
Ia mengatakan, sinergi antara komunitas, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu komunitas.
“Dengan kolaborasi seperti ini akan tumbuh semangat, terutama di tengah masyarakat yang selama ini mungkin masih kurang peduli. Harapan kami, kesadaran masyarakat semakin meningkat. Karena kalau hanya Jampisawan saja tentu tidak bisa. Harus ada edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Endah menilai edukasi sejak dini menjadi salah satu kunci dalam membangun budaya peduli lingkungan. Salah satu program yang diapresiasi adalah **Ekotilik**, yang melibatkan para pelajar dalam memantau kondisi sungai.
Menurutnya, program tersebut merupakan metode yang inovatif untuk mengetahui tingkat pencemaran sungai, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat. Hasil pemantauan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Melalui program Ekotilik, siswa-siswa dapat ikut menilai kondisi sungai, apakah tingkat pencemarannya masih ringan, sedang, atau sudah berat sehingga memerlukan penanganan segera,” jelasnya.
Lebih lanjut, Endah berharap gerakan pelestarian lingkungan yang digagas Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) dapat terus berlanjut sebagai bentuk tanggung jawab moral bersama dalam membangun Kabupaten Pati.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui kritik terhadap pemerintah, tetapi juga lewat aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Membangun Pati ada banyak caranya, termasuk melalui kegiatan seperti ini. Membangun bukan hanya dengan mengkritik, tetapi juga melalui karya nyata sebagai sebuah persembahan bagi daerah,” tuturnya.
Endah juga berharap hasil kajian dan pemantauan yang dilakukan peserta Ekotilik serta seluruh pihak yang terlibat dalam Festival Sungai Juwana dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pelestarian sungai dan lingkungan.
“Saya berharap hasil dari teman-teman Ekotilik dan seluruh pihak yang bergabung dalam kegiatan ini benar-benar bermanfaat dan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan yang lebih tepat, khususnya terkait pelestarian sungai dan lingkungan,” pungkasnya.