16
September
2026
Rabu - : WIB

Harga Telur dan Ayam Anjlok, Peternak di Pati Gelar Aksi Mandi Telur hingga Makan Ayam Hidup

wartaphoto
2026/08/10 pada Berita, Pati, wartaphoto
Aksi teatrikal mandi telur hingga memakan ayam hidup mewarnai demonstrasi ratusan peternak unggas di depan Kantor Bupati Pati, Senin (10/8/2026) siang.

PATI | WARTAPHOTO.NET – Aksi teatrikal mandi telur hingga memakan ayam hidup mewarnai demonstrasi ratusan peternak unggas di depan Kantor Bupati Pati, Senin (10/8/2026) siang. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur dan daging ayam dalam beberapa bulan terakhir.

​Massa yang tergabung dalam Asosiasi Unggas Peternakan Kabupaten Pati hadir dengan membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan. Di tengah kerumunan, tiga orang peserta demonstrasi melakukan aksi mandi telur, sementara satu orang lainnya memakan ayam hidup secara teatrikal.

​Ketua Asosiasi Unggas Peternakan Kabupaten Pati, Dwi Agus Siswanto, menegaskan bahwa aksi ekstrem ini merupakan gambaran nyata kondisi para peternak yang kian tercekik akibat kerugian finansial.

​”Mereka sudah lapar karena setiap hari mengalami minus penghasilan. Karena lapar, mereka seolah ingin memakan apa saja,” ujar Dwi di lokasi aksi.

​Ia menambahkan, aksi memakan ayam hidup juga menjadi bentuk sindiran tajam. Selain harga ternak yang merosot, aset pribadi para peternak pun perlahan mulai tergerus.

“Jangankan ayam yang dimakan, sertifikat (tanah / rumah) pun ikut kemakan,” ucap dia.

​Dwi merinci, saat ini harga telur di tingkat peternak turun hingga Rp20.000 per kilogram. Padahal, harga acuan dari pemerintah pusat berada di angka Rp26.500 per kilogram. Sementara itu, harga ayam pedaging melorot ke Rp20.000 per kilogram dari harga ideal sebesar Rp22.000 per kilogram.

​Menurutnya, tren penurunan harga telur sudah berlangsung sejak empat bulan lalu, tepatnya setelah Idulfitri. Adapun harga daging ayam tercatat merosot tajam dalam dua bulan terakhir.

“Sudah sejak 4 bulan yang lalu, setelah lebaran sampai hari ini. Kita sudah diskusi berkali-kali sama Pemda, sama pusat sudah ada himbauan. Tapi kenyataannya tidak terealisasikan,” terang Dwi.

“Sejak dua bulan ini. Naiknya hampir dua minggu sekali naik terus sampai saat kemarin itu kita mau demo ke Dirjen PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan) untuk menuntut itu,” imbuh dia.

Reporter: Arton.
Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close