
PATI | WARTAPHOTO.NET— Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono, meninjau langsung para korban keracunan massal yang tengah menjalani perawatan di RS Keluarga Sehat Pati, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026) sore.
Kedatangannya bertujuan untuk memastikan penanganan medis para korban berjalan optimal sekaligus menegaskan langkah penindakan terhadap penyedia layanan makanan tersebut.
Hingga Kamis sore, tercatat sebanyak 269 pasien masih dalam perawatan medis. Meski demikian, BGN memastikan kondisi para korban terus membaik dan tidak ada yang dalam situasi mengkhawatirkan.
“Sampai dengan sore ini ada 269 orang yang dirawat. Semua kondisi segera pulih, tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan. Diharapkan dalam beberapa waktu ke depan kondisi mereka sudah membaik,” ujar Trenggono usai menjenguk pasien di RS Keluarga Sehat Pati.

Menanggapi insiden tersebut, BGN mengambil langkah tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut. Trenggono menegaskan bahwa dapur SPPG terkait saat ini telah di-suspend.
“SPPG-nya yang jelas kita suspend. Kalau dampaknya semakin jelek, akan kita suspend permanen. Itu sudah menjadi komitmen kami apabila ada dapur yang menyiapkan MBG dengan tidak baik, terlebih hingga menimbulkan keracunan, langsung kita berikan suspend berat,” tegasnya.
Trenggono menambahkan, di bawah kepemimpinan baru, BGN terus berupaya maksimal memperbaiki tata kelola dan kesiapan dapur MBG secara nasional. Namun, dari sekian banyak dapur yang beroperasi, ia mengakui masih ada yang abai terhadap aturan baku.
Terkait biaya pengobatan para korban, BGN memastikan seluruh pasien tidak dibebankan biaya apa pun. “Kami sudah sampaikan ke Bupati, semua obat dan penanganan ditangani oleh Pemda dan BGN. Tidak ada masalah, semuanya sudah diatasi,” terang Trenggono.

Pemkab Pati Evaluasi 172 Dapur.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra segera lalukan langkah penanganan lanjutan. Pemkab Pati bersama Forkopimda akan turun langsung menyisir seluruh fasilitas dapur penyedia MBG di Kabupaten Pati mulai minggu depan.
“Nanti saya sendiri yang akan turun bersama tim untuk mengecek ulang fasilitas 172 dapur di Pati. Kita cek fasilitas dan kemampuan dapur dalam melayani mitra. Kami komitmen membenahi seluruh fasilitas yang ada,” ujarnya.
Hasil penyisiran dan evaluasi lapangan tersebut nantinya akan diserahkan dalam bentuk rekomendasi resmi kepada BGN untuk menentukan kelayakan operasional masing-masing dapur.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat dan isu trauma pada anak-anak, Chandra menegaskan bahwa Pemkab Pati dan Forkopimda mendukung penuh program presiden untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan aman bagi seluruh siswa.
Terkait dinamika di lapangan, termasuk adanya sekolah yang sempat menolak program MBG pascainsiden, pihaknya akan membuka ruang diskusi lebih lanjut sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Sampel makanan saat ini masih diuji di laboratorium. Terkait sekolah yang menolak, nanti akan kita diskusikan bersama,” pungkasnya.
Editor: A. Muhammad