
WARTAPHOTO.NET. PATI- Delapan hari lalu banjir bandang menerjang sejumlah desa di wilayah Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Adapun desa yang terdampak cukup parah, di antaranya adalah Desa Godo dan Gunungpanti.
Hingga delapan hari pascabanjir ini, terdapat tiga rumah warga di Desa Gunungpanti, yang alami kerusakan berat, belum juga tersentuh bantuan. Sebab rumah-rumah itu sudah tua dan rawan roboh.
Kepala Desa Gunungpanti, Kecamatan Winong, Suwawi mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah mengerahkan 16 tukang untuk memperbaiki rumah-rumah yang alami kerusakan. Namun, para tukang itu belum berani memperbaiki tiga rumah terdampak banjir karena kondisi rumah sudah lapuk.
“Ini ada rumah yang perlu pembenahan, di antaranya ada yang tidak bisa tersentuh oleh tukang. Ada beberapa rumah yang tidak berani (memperbaiki), karena rumahnya sudah tua,” terang dia saat ditemui di kantor desa setempat, Kamis (8/12/2022) siang.
Dia menyebut, tiga rumah itu adalah milik Gilang, Nyatemi, dan Jali. Menurut dia kondisi ketiga rumah tersebut bangunannya sudah tua sehingga dikhawatirkan akan ambruk saat akan diperbaiki.
Suwawi juga menjelaskan, pihaknya saat ini masih menunggu pendanaan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah-rumah warganya yang mengalami kerusakan.
“Yang rusak sementara belum bisa kita benahi karena kita menunggu dana kalau ada. Yang belum tersentuh tiga rumah. Bahkan yang pawonnya (dapurnya) roboh itu belum tersentuh karena masalah pendanaan,” kata dia.
“Kita masih tunggu tim dari kabupaten. Sampai sekarang kita belum bisa menyentuh perbaikan. Kalau informasi belum pasti, terus dananya dari mana,” lanjut dia.
Sementara itu untuk korban banjir bandang di Desa Godo, saat ini tengah fokus pemulihan pascabencana. Kades Godo, Suwondo menuturkan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk memperbaiki rumah-rumah warganya yang mengalami kerusakan.
“Yang rumahnya ambruk total kami kemarin koordinasi dengan kementerian PUPR dan ini masih komunikasi. Yang kami bingungkan ini rumah yang berdiri, ndak, roboh juga ndak. Ini kami kebingungnan mencari dananya, soalnya banyak warga kami yang terdampak di situ,” jelas dia.
Sementara untuk rumah yang roboh total, pihaknya meyakini jika akan dibantu perbaikannya oleh Pemerintah.
“Kami masih koordinasi dengan pemerintah daerah, dan harus mengikuti juknis. Kalau rumah yang roboh total itu insyaallah dipikirkan pemerintah,” kata dia.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen