
WARTAPHOTO.NET. PATI – Sebanyak 144 pemuda beradu kekuatan dalam ajang Pati Gebukan Season 1 di lapangan tenis kompleks Stadion Joyokusumo Pati, Minggu (14/1/2024).
Ratusan petarung ini berasal dari berbagai klub dan perguruan seni beladiri. Bukan hanya dari Kabupaten Pati saja, peserta juga datang dari luar daerah, seperti dari Rembang, Grobogan, dan Semarang.
Total ada 72 pertandingan yang dimainkan. Masing-masing pertarungan ada dua ronde. Setiap rondennya berdurasi dua menit.
Ketua Panitia Pati Gebukan, Agung Setiawan mengatakan, dari 144 peserta yang mengikuti ajang ini, sepuluh di antaranya adalah perempuan.
“Konsepnya sparing, bukan turnamen. Jadi tiap peserta hanya bertanding satu kali,” jelas dia.
Para peserta dibagi dalam tujuh kelas berat badan, yakni -53 kilogram, -58 kg, -64 kg, -71 kg, -79 kg, -88 kg, dan +88 kg.
Sementara aturan yang digunakan adalah peraturan tinju dengan sejumlah modifikasi.
“Peraturannya kami buat sendiri, namanya aturan baku pukul. Kalau perhitungan poinnya, kami hitung tiap serangan pukulan yang masuk bersih, mengenai kepala atau badan, tidak terkena block lawan,” papar Agung.
Ia menuturkan, untuk meramaikan ajang bela diri amatir ini, pihaknya mengundang para petarung dari berbagai klub atau sasana, serta Pengurus Kabupaten (Pengkab) tiap cabang olahraga beladiri.
“Namun ini kami buka untuk umum, semua kalangan. Jadi individual juga bisa ikut, tidak harus mewakili klub,” tutur dia.
Ia menyebutkan, para peserta yang mengikuti tarung ini tidak dipungut biaya pendaftaran. Bahkan, panitia menyediakan fasilitas sarung tinju dan pelindung kepala secara gratis kepada para peserta.
Melalui kegiatan ini, lanjut dia, pihaknya ingin memajukan olahraga bela diri di Kabupaten Pati dan sekitarnya. Selain itu juga menyalurkan bakat dan minat anak-anak muda.
“Daripada mereka tawuran di luar, kami beri wadah untuk mengadu keterampilan bertarung,” pungkas dia.
Salah satu peserta, Oji Triwikrama (30), mengaku antusias dengan adanya ajang sparing beladiri seperti ini. Apalagi, ini merupakan yang perdana di Kabupaten Pati.
“Sebelumnya saya biasa sparing di luar daerah, seperti di Solo dan Purbalingga,” kata pria asal Tlogowungu, Pati, yang sudah delapan tahun tergabung dalam perguruan silat IKSPI Kera Sakti ini.
Oji bermain di kelas 58 kilogram pada ajang ini. Dia pun berhasil menang meskipun baru kali ini dia bertarung tinju. Sebelumnya, dia terbiasa bertanding dengan aturan Muaythai.
Dia berharap ajang seperti ini lebih sering diadakan untuk menggelorakan olahraga beladiri di Bumi Mina Tani.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen.