
WARTAPHOTO.NET. PATI – Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati selama Januari 2024 tembus 33 kasus. Bahkan, satu diantaranya meninggal dunia.
Ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati. Yang mana, 33 kasus ini tersebar di sejumlah kecamatan di Pati. Mulai dari Kecamatan Pati, Tlogowungu, Margoyoso, Dukuhseti, Batangan, Kayen, Jaken, Cluwak, Pucakwangi, Juwana hingga Gembong.
“Satu anak di Kecamatan Pati Kota meninggal dunia,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Joko Laksono, Rabu (31/1/2024) pagi.
Pihaknya pun melakukan berbagai langkah agar DBD di Pati tidak melonjak. Seperti melakukan fogging (penyemprotan asap) maupun pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M Plus.
”Menutup bak air, menguras dan mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah,” ujar Joko.
Kepala Dinkes Kabupaten Pati dr Aviani Tritanti Venusia mengatakan, naiknya DBD karena kondisi cuaca yang terjadi belakangan di Pati. Yaitu, silih bergantinya cuaca dari panas ke hujan secara cepat dinilai menjadi faktor utama perkembangan nyamuk kian masif.
”Biasanya bulan Januari sampai Maret kasus DBD agak naik. Namun setelah itu kondisi akan kembali normal,” tutur dia.
Adapun tingginya angka DBD yang terjadi di Pati didominasi usia anak-anak. Sebanyak 64 persen penderita DBD merupakan anak dengan rentan usia 5 hingga 14 tahun. Sementara 30 persennya adalah berusia15-45 tahun. Serta tiga persen merupakan usia balita atau 1-4 tahun.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen.
Foto : ilustrasi