
WARTAPHOTO.NET. PATI – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kantor Kemenag Kabupaten Pati menggelar seminar Cita dan Cinta dalam Perspektif Islam, pada Ahad (28/7/2024), di aula kantor setempat.
Kegiatan ini menghadirkan Pengasuh Pesantren Mambaul Hikmah Kendal, Gus Rifqil Muslim dan istrinya Ning Imaz Fatimatuz Zahra.
Sebanyak 160 orang peserta dari kalangan pelajar Madrasah Aliyah (MA) dan juga mahasiswa menghadiri acara ini.
Ahmad Saikhu, Kepala Kantor Kemenag Pati mengatakan, seminar ini digelar untuk merespon tingginya kasus pernikahan dini, khususnya di Kabupaten Pati.
”Pernikahan dini di data kami 446 kasus tahun 2023, nikah sebelum umur 19 tahun. Mereka harus di sidang ke Pengadilan Agama,” kata dia.
“Alasannya macam-macam, ada yang karena alasan ekonomi, alasan orang tua, paling banyak adalah hamil di luar nikah,” lanjut Syaikhu.
Sementara dalam berjalannya seminar, Ning Imaz, meminta agar para siswa mengabaikan stigma jomblo.
Ia menegaskan bahwa tidak buru-buru menikah akan menambah kesempatan untuk memilih pasangan yang cocok. Selain itu, para pemuda juga punya waktu untuk mengembangkan karier, menyiapkan diri secara mental dan finansial.
”Jodoh itu sudah diatur oleh Allah, tali waktunya ditentukan oleh Allah. Jika ingin pasangannya berkualitas harus memperbaiki kualitas diri,” kata Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Lirboyo, Kediri ini.
Sementara Gus Rifqil, mengatakan bahwa cita-cita dan cinta merupakan dua eksistensi yang tidak bisa dipisahkan dan harus berjalan beriringan.
Memurut dia, siswa menengah atas rawan menjadi pelaku pernikahan dini sehingga tidak sempat mengejar cita-citanya.
”Untuk Menyelaraskan cita-cita dan cinta bisa saja. Kita punya batasan-batasan tertentu. Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Kita harus punya cita-cita yang tinggi,” jelas dia.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen
Foto : Dok. Kemenag Pati