
WARTAPHOTO.net. JATENG. Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Hj. Sri Wulan, S.E., M.M., melaksanakan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) ke-2 pada 31 Januari 2025 – 2 Februari 2025. Kunjungan kerja di luar masa reses ini merupakan bagian dari masa persidangan II tahun 2025, dengan agenda diskusi dan serap aspirasi di tiga lokasi berbeda, yaitu Kabupaten Blora, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Rembang. Fokus utama dari kunjungan ini mencakup pengentasan kemiskinan, kerukunan umat beragama, serta permasalahan guru dan sarana prasarana pendidikan.
Pada hari pertama, 31 Januari 2025, Sri Wulan menggelar diskusi bersama 50 peserta dari Program Keluarga Harapan (PKH) serta jajaran Dinas Sosial Kabupaten Blora di RM Noyo Gimbal View, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon. Dalam pertemuan ini, Sri Wulan menyoroti bahwa meskipun angka kemiskinan di Blora menunjukkan tren penurunan, kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan besar yang perlu diselesaikan.
“Kemiskinan bukan sekadar angka, melainkan realitas yang dihadapi masyarakat setiap hari. Pemerintah Kabupaten Blora telah melakukan berbagai inovasi, dan kita perlu memastikan program pengentasan kemiskinan dapat berjalan optimal hingga ke akar rumput,” ungkapnya.
Sri Wulan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat, seperti akses terhadap makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial.
Pada hari kedua, 1 Februari 2025, Sri Wulan melanjutkan kunjungannya ke Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, untuk melakukan silaturahmi dengan 100 jemaat Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ). Dalam pertemuan ini, ia menyoroti pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah tantangan sosial dan politik yang berkembang.
Sri Wulan mengapresiasi peran GITJ dalam menjaga harmoni di masyarakat sejak didirikan pada tahun 1940. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama.
“Kita harus merawat keberagaman ini dengan penuh kesadaran. Jangan sampai ada gesekan sosial yang dapat merusak persatuan. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama memastikan kehidupan yang damai dan harmonis,” tegas Sri Wulan.
Hari terakhir kunjungan, 2 Februari 2025 Sri Wulan bertemu dengan 15 guru madrasah dan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rembang di Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Diskusi ini membahas permasalahan terkait pemetaan dan penataan tenaga pendidik di madrasah negeri.
Menurut Sri Wulan, masih banyak madrasah yang kekurangan tenaga pendidik yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Hal ini mengakibatkan ketimpangan dalam penyebaran guru dan berdampak pada kualitas pendidikan.
“Kita perlu memastikan bahwa kualitas dan kuantitas tenaga pendidik di madrasah dapat terpenuhi. Pemerintah harus hadir dalam pemetaan yang lebih baik, serta memberikan dukungan terhadap sarana dan prasarana pendidikan yang memadai,” ujar Sri Wulan.
Ia juga menegaskan bahwa peran guru dalam mencetak generasi bangsa yang unggul sangatlah krusial, sehingga perhatian terhadap kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas..
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Saya akan terus berjuang dan mengawal setiap aspirasi yang telah disampaikan dalam kunjungan ini,” tutup Sri Wulan.