16
September
2026
Rabu - : WIB

Festival Berkat Bandeng, Tradisi yang Menyatu dengan Kampanye Ekologi

wartaphoto net
2025/11/14 pada Budaya, Jateng, Pati

WARTAPHOTO.net. PATI – Sebuah perayaan budaya yang mengangkat semangat ekologis yang berpadu dengan tradisi masyarakat pesisir akan segera dihelat di Desa Bakaranwetan, Kecamatan Juwana. Mereka tengah bersiap menggelar Festival Berkat Bandeng pada 21–23 November 2025. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Pemajuan Kebudayaan Desa.

Kepala Desa Bakaranwetan, Wahyu Supriyo, menjelaskan bahwa festival ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kesadaran ekologis, terutama yang berhubungan dengan ekosistem tambak bandeng. Menurutnya, masyarakat Bakaranwetan sejatinya telah memiliki tradisi yang sarat pesan lingkungan.

“Seperti halnya tradisi Krigan atau bergotong royong bersih-bersih sungai. Dulu itu ada. Melalui festival ini kami berharap dapat membangun kesadaran sekaligus merekonstruksi tradisi yang membawa pesan ekologi,” ujar dia.

Wahyu menekankan bahwa sungai memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan budidaya tambak bandeng. Air yang bersih dan lingkungan yang terjaga menjadi kunci kualitas ikan bandeng yang dihasilkan para petani.

“Sungai bukan hanya jalur air, melainkan urat nadi kehidupan bagi ribuan petani tambak bandeng. Dari sanalah kehidupan mengalir. Masyarakat belajar tentang keseimbangan ekologi yang harus dijaga bersama. Alam terancam, ekonomi ikut terguncang,” terang dia.

Dari kesadaran itulah lahir gagasan “Festival Berkat Bandeng”, sebuah ruang perayaan yang menghubungkan ekologi, tradisi, dan ekonomi rakyat. Festival ini bukan sekadar acara budaya, tetapi juga bentuk penghormatan masyarakat terhadap alam sebagai sumber kehidupan.

Dalam berbagai ritual seperti manganan sigit, kirab tumpeng, hingga berkat bandeng, masyarakat memilih ikan bandeng sebagai lauk sesaji—berbeda dengan wilayah Pati lain yang menggunakan ayam. Pilihan itu mencerminkan kedekatan masyarakat Bakaranwetan dengan ikan bandeng sejak masa lampau.

Festival tahun ini akan diisi beragam kegiatan, antara lain rembuk kali, prosesi wiwit panen, tari bandeng, pameran seni rupa, lomba olahan bandeng, dan makan bandeng bersama. Seluruh rangkaian rencananya digelar di Taman Batik Bakaranwetan dan kawasan tambak petinggen.

Selain sebagai perayaan tradisi, Festival Berkat Bandeng juga diharapkan memperkuat branding Juwana sebagai sentra penghasil bandeng berkualitas. Data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati tahun 2025 mencatat Juwana menyumbang 8.368,76 ton bandeng dari total 24.361,2 ton produksi kabupaten. Sebagian besar berasal dari tambak di Desa Bakaranwetan.

Produksi bandeng dari desa ini tidak hanya memenuhi pasar lokal, tetapi juga memasok hingga kota besar seperti Semarang dan Jakarta. Selain produk segar, masyarakat setempat mengembangkan berbagai olahan bernilai ekonomi seperti bandeng presto, cabut duri, otak-otak bandeng, dan aneka produk lainnya. Industri olahan ini turut mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan ekonomi warga.

“Maka menjaga sungai bukan hanya menjaga air, tetapi juga menjaga masa depan. Festival ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk memahami bahwa ekologi dan ekonomi bukan dua hal yang berseberangan, melainkan dua sisi dari satu keberlanjutan,” ujar dia.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close