16
September
2026
Rabu - : WIB

Hj. Sri Wulan Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Tahap Ke-2 di Rembang, Tegaskan Pentingnya Penguatan Nilai Pancasila

wartaphoto net
2026/02/10 pada Parlemen

WARTAPHOTO.net. REMBANG – Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora), Hj. Sri Wulan, S.E., M.M., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tahap ke-2 di Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.30 hingga 17.30 WIB tersebut diikuti 150 peserta dari unsur masyarakat umum. Sosialisasi ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota MPR RI dalam membumikan nilai-nilai kebangsaan yang meliputi UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam pemaparannya,  Hj. Sri Wulan yang merupakan politikus Partai NasDem ini menegaskan bahwa penguatan Empat Pilar Kebangsaan menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan globalisasi, disrupsi informasi, serta dinamika sosial politik yang kian kompleks.

“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar materi hafalan, tetapi harus menjadi pedoman hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Jika nilai-nilai ini kita pegang teguh, maka persatuan Indonesia akan tetap kokoh,” ujar Sri Wulan di hadapan peserta.

Ia menekankan bahwa Pancasila sebagai dasar negara harus terus diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kekuatan, bukan sumber perpecahan.

“Kita hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Justru di situlah letak kekuatan bangsa ini. Bhinneka Tunggal Ika harus kita maknai sebagai semangat untuk saling menghormati dan bekerja sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sri Wulan juga mengingatkan pentingnya memahami Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi yang menjadi landasan hukum tertinggi negara. Ia menyebut, pemahaman konstitusi akan memperkuat kesadaran hukum masyarakat serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.

Sementara itu, narasumber ahli, DR. MA. Irfan Rahmana, M.M., dalam paparannya menguraikan relevansi Empat Pilar Kebangsaan dalam menghadapi tantangan era digital. Ia menilai derasnya arus informasi harus diimbangi dengan literasi kebangsaan yang kuat.

“Di era media sosial, disinformasi dan polarisasi sangat mudah terjadi. Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila dan UUD 1945 menjadi filter ideologis agar masyarakat tidak mudah terprovokasi,” jelas Irfan Rahmana.

Ia juga menambahkan bahwa komitmen terhadap NKRI adalah harga mati yang tidak dapat ditawar. Menurutnya, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab moral menjaga stabilitas dan integritas negara.

“NKRI adalah konsensus final bangsa Indonesia. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk menjaga persatuan dan tidak terjebak pada kepentingan sempit yang berpotensi memecah belah,” tandasnya.

Sejumlah warga menyampaikan pandangan dan pertanyaan seputar implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sosial serta upaya memperkuat toleransi di tingkat desa.

Reporter: Revan

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close