
WARTAPHOTO.NET. SEMARANG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah tancap gas melakukan transformasi besar di sektor pendidikan. Tak tanggung-tanggung, PWNU Jateng mengumumkan pembangunan Balai Diklat Pendidikan seluas 2,5 hektare di Karanganyar serta peluncuran program strategis “NU Peduli Pendidikan”.
Momentum ini diresmikan dalam acara Halalbihalal di MG Setos Hotel Semarang, Kamis (9/4/2026), yang dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menegaskan bahwa tantangan pendidikan kini telah bergeser. Menurutnya, PWNU Jateng yang menaungi 4.244 satuan pendidikan kini tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi pada peningkatan kapasitas SDM.
“Kepedulian yang konkret bukan sekadar memperbaiki fasilitas, tetapi juga meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sebagai fondasi utama,” tegas Gus Rozin.
Pembangunan Balai Diklat di Karanganyar tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara PWNU Jateng, LAZISNU, dan Bank Jateng Syariah sebagai pusat kawah candradimuka bagi guru-guru NU.
Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jateng, Dr. Fakhrudin Karmani, memaparkan data pendidikan di bawah naungan Ma’arif untuk tahun ajaran 2025/2026 yang sangat masif.
Tercatat sebanyak 3.577 madrasah terdiri dari MI (2.324), MTs (872), dan MA (381). Selain itu terdapat 664 sekolah umum, meliputi SD (71), SMP (240), SMA (69), dan SMK (288). Total guru mencapai 50.576 orang dengan jumlah siswa sebanyak 524.386.
Untuk mengelola ekosistem raksasa ini, LP Ma’arif meluncurkan Ma’arif Education Center Project dengan empat pilar utama, yakni standardisasi kualitas pendidikan, penguatan ideologi Aswaja, adaptasi teknologi digital, serta profesionalisme tenaga pendidik yang berkelanjutan.
Transformasi ini juga merambah ke sektor finansial. Melalui kerja sama dengan Bank Jateng Syariah, LAZISNU memperkenalkan sistem Virtual Account dan QRIS untuk digitalisasi infak pendidikan. Langkah ini diambil agar pengelolaan dana pendidikan lebih transparan, akuntabel, dan modern.
Menteri Sosial, Gus Ipul, dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah mandiri PWNU Jateng.
“Pendidikan adalah jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan. Gerakan infak pendidikan Ma’arif ini adalah langkah nyata membangun kemandirian bangsa,” ujar Mensos.
Ia juga mendorong penguatan konsolidasi serta pemutakhiran data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) melalui kerja sama antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa oleh Katib Syuriyah PWNU Jawa Tengah, Drs. KH. Mohamad Muzammil, menandai dimulainya era baru pendidikan Nahdliyin yang berbasis teknologi dan kemandirian.
(*/wartaphoto)