
WARTAPHOTO.NET. PATI – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bumirejo yang terletak di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menjadi tumpuan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Namun, di balik tarifnya yang terjangkau, kondisi sarana dan prasarana di gedung tersebut kini mulai memprihatinkan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rusunawa Bumirejo, Mutadi, mengungkapkan bahwa mayoritas penghuni rusun berasal dari wilayah sekitar, seperti Juwana, Jaken, Jakenan, Pucakwangi, hingga Batangan. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai nelayan dan wiraswasta kecil.
“Keadaan seperti ini kami ndak begitu muluk-muluk, memang memperihatinkan,” ujar Mutadi, Senin (13/4/2026).
Rusunawa yang berada di bawah naungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati ini memiliki total kapasitas 196 kamar yang terbagi dalam dua blok (twin block). Namun, saat ini baru terisi oleh 53 Kepala Keluarga (KK).
Adapun rincian tarif sewa bulanan (sudah termasuk air dan listrik) adalah Rp 270.000 untuk lantai 1 dan 2, lantai 3 Rp 240.000, lantai 4 Rp 220.000, dan lantai 5 Rp 195.000.
Meski gedung Rusunawa Bumirejo merupakan aset Pemerintah Pusat, Mutadi sangat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bisa memberikan perhatian lebih dalam hal pemeliharaan.
“Harapannya Pemda bisa memfasilitasi sedikit banyak perbaikan gedung walaupun gedung aset dari pusat, Pemda ada perhatian. Pemkab bisa memperbaiki sehingga masyarakat bisa tinggal layak dan sejahtera,” ungkap dia.
Kebutuhan akan perbaikan fisik dirasakan langsung oleh warga. Yanti (40), salah satu penghuni yang telah menetap sejak tahun 2017, mengaku merasa terbantu dengan adanya rusun ini karena belum memiliki rumah pribadi. Namun, ia tak menampik adanya kendala teknis pada bangunan.
“Di sini senyaman-nyamannya, wong nggak punya rumah. Di sini enak, murah, tapi ya bocor,” keluh dia.
Kondisi kebocoran ini menjadi salah satu potret mendesaknya renovasi agar Rusunawa Bumirejo tetap menjadi hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat kecil.
Reporter: Putra
Editor: Revan Zaen.