16
September
2026
Rabu - : WIB

Haul ke-4 Bupati Juwana di Astana Kanjengan Kajen: Usung Misi Pemersatu Putu Wayah

wartaphoto
2026/07/16 pada Berita, Pati, wartaphoto
Haul ke-4 Bupati Juwana kembali digelar di Astana Kanjengan, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati pada Rabu (15/7/2026) malam. (Foto: Arton)

​PATI | WARTAPHOTO.NET – Haul ke-4 Bupati Juwana kembali digelar di Astana Kanjengan, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati pada Rabu (15/7/2026) malam. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Merajut Mempersatukan Sedoyo Putu Wayah Kanjeng Bupati Juwana”.

​Rangkaian acara diawali dengan prosesi kirab pusaka yang dimulai pukul 19.00 WIB (selepas Isya) hingga pukul 21.00 WIB. Prosesi sakral ini dibuka dengan penyematan pusaka di Astana Kanjengan.

Keterlibatan Budayawan dan Masyarakat
​Acara ini dihadiri oleh sejumlah budayawan dari Kabupaten Pati, Kudus, dan Jepara. Untuk menyukseskan kirab, panitia menggandeng organisasi Permadani Pati serta melibatkan masyarakat setempat, termasuk partisipasi aktif dari siswa-siswi SMK Cordova.

​Bendahara Yayasan Surowikromo, Puji Kismiyati, menjelaskan bahwa haul di Astana Kanjengan Kajen ini dikhususkan bagi Bupati Juwana yang dimakamkan di wilayah Kajen. Acara ini sendiri baru memasuki tahun keempat pelaksanaan.

​”Khusus untuk Bupati Juwana yang sumare (dimakamkan) di Astana Kanjengan Kajen ini merupakan yang ke-4 kalinya. Acara diselenggarakan setiap tanggal 30 Suro atau Muharram,” kata Puji.

​Lebih lanjut, Puji memaparkan perbedaan pelaksanaan haul ini dengan haul akbar. Haul akbar untuk Bupati Juwana I hingga XI biasanya digelar pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa) di Astana Jatisari, Juwana.

​Saat ini, keturunan (putu wayah) Bupati Juwana tersebar di dua lokasi utama, yaitu di Astana Pakuwon dan Astana Jatisari.

​”Kalau Bupati Juwana I hingga XI, haul akbarnya itu di bulan Ruwah dan diselenggarakan di Astana Jatisari Juwana. Masyarakat Juwana tetap dilibatkan, karena putu wayah itu berada di dua lokasi, yakni di Astana Pakuwon dan di Astana Jatisari,” jelasnya.

​Puji menambahkan bahwa konsep karnaval malam tersebut sengaja dikemas dengan menonjolkan sisi historis.

“Dalam prosesi karnaval malam ini, kami lebih mengedepankan unsur kultural dan budaya zaman dulu, salah satunya melalui prosesi penyematan pusaka,” tandasnya.

Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close