16
September
2026
Rabu - : WIB

​Pertanyakan Kejelasan Kasus Pencabulan Kiai Ashari, Aliansi Santri Bakal Menggeruduk Kejari Pati

wartaphoto
2026/07/29 pada Berita, Pati, wartaphoto

PATI | WARTAPHOTO.NET – Lambannya penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kiai Ashari, memicu keresahan warga dan kalangan santri di Kabupaten Pati.

Menuntut ketegasan aparat penegak hukum, Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) bersiap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati pada 3 Agustus 2026 mendatang.

Rencana aksi tersebut disampaikan usai perwakilan ASPIRASI mendatangi Kantor Kejari Pati pada Rabu (29/7/2026) untuk mempertanyakan kelanjutan proses hukum yang dinilai jalan di tempat, meskipun penanganan berkas perkara telah memasuki tahap P21.

Koordinator ASPIRASI, Ulil Amri, yang akrab disapa Cak Ulil, menegaskan bahwa masyarakat sudah mulai hilang kesabaran menunggu kepastian hukum atas dugaan pencabulan yang menimpa para santri di Ponpes yang berlokasi di Kecamatan Tlogowungu tersebut.

“Kasus ini sudah berlangsung lama dan masyarakat terus bertanya-tanya. Kami datang untuk mempertanyakan kapan kejelasan P21 ini tuntas. Semestinya proses ini bisa berjalan cepat tanpa harus menunda-nunda lagi,” tegas Cak Ulil usai beraudiensi dengan perwakilan kejaksaan.

Didampingi kuasa hukum korban, Ali Yusron, Cak Ulil mengaku sangat kecewa dengan lambatnya koordinasi antara pihak kepolisian dan kejaksaan. Ia menilai alasan keterlambatan akibat menunggu informasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) seharusnya tidak menjadi penghambat utama.

Kecewa dengan ketidakpastian tersebut, ASPIRASI berencana menurunkan sekitar 200 massa untuk menggeruduk Kantor Kejari Pati di Jalan Panglima Sudirman.

“Kami minta penegak hukum bertindak tegas dan profesional. Jangan biarkan kasus kejahatan seksual di lingkungan pendidikan agama berlarut-larut tanpa kepastian,” tambah Cak Ulil.

Saat ini, aktivitas pembelajaran di Ponpes Ndholo Kusumo dilaporkan telah lumpuh total, dan belum ada penambahan laporan korban baru.

Sayangnya, upaya konfirmasi awak media kepada Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pati, Tri Yulianto, belum membuahkan hasil. Pihak kejaksaan enggan memberikan keterangan resmi usai pertemuan tersebut.

“Pak Kasi Pidum sedang ada agenda video conference dengan Kejagung pusat, jadi belum bisa dipastikan kapan selesainya,” ujar salah seorang staf kejaksaan saat mengarahkan wartawan untuk menjadwalkan ulang wawancara.

Sebelumnya, Kepala Kejari Pati, Hari Wibowo, sempat angkat bicara terkait kendala penyidikan kasus kekerasan seksual ini. Pada pertengahan Juli lalu, ia mengungkapkan bahwa penyidik masih menghadapi kendala kelengkapan barang bukti serta perbedaan antara isu yang beredar di masyarakat dan fakta laporan hukum.

“Kemarin tersiar kabar korbannya mencapai 50 orang, namun yang resmi melapor ke kami baru 1 orang. Berkas itulah yang saat ini terus kita koordinasikan dengan pihak kepolisian,” jelas Hari Wibowo pada 14 Juli lalu.

Reporter: Arton

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close