
WARTAPHOTO.NET. PATI – Momentum Ramadan dan menjelang Lebaran tahun ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi Meyda Dewi Trisbiani, desainer fashion asal Kabupaten Pati. Pengusaha muda kreatif ini mengaku menerima lonjakan pesanan rancangan busana yang signifikan, bahkan sejak sebelum memasuki bulan suci.
Peningkatan permintaan ini terjadi baik dari konsumen perorangan maupun vendor. Meyda mengungkapkan bahwa sejak Februari 2026, arus pesanan mulai mengalir deras untuk kebutuhan Idulfitri hingga persiapan musim pernikahan setelah Lebaran.
”Februari yang bertepatan dengan momentum menjelang Ramadan ini menjadi pemicu lonjakan pesanan. Banyak orang mulai berburu desain pakaian untuk Lebaran. Selain pelanggan individu, banyak vendor perusahaan yang memesan dalam jumlah besar untuk seragam satu company,” ungkap Meyda saat diwawancarai pada Rabu (11/3/2026).
Tingginya minat pelanggan dipicu oleh beberapa momentum krusial yang saling bersambung. Saat ini, fokus utama adalah desain baju Muslim dan busana Idulfitri. Namun, Meyda juga sudah mulai mengerjakan pesanan gaun pesta untuk musim pernikahan (bulan Syawal) mendatang.
”Pada Februari saja, pesanan masuk lebih dari seratusan pcs. Selain kebutuhan baju Lebaran, kami juga sudah harus prepare untuk event Ramadan dan musim pernikahan setelah Lebaran. Jadi, pengerjaannya memang bersamaan,” tambah dia.
Dalam proses kreatifnya, Meyda melayani jasa custom desain. Tak jarang pelanggan datang membawa kain sendiri namun bingung menentukan model yang tepat. Di sinilah peran Meyda untuk menerjemahkan jenis dan kelenturan kain menjadi busana yang estetis.
Sebagai desainer profesional, Meyda sangat teliti dalam merancang busana. Ia menekankan bahwa kualitas desain sangat bergantung pada pemahaman terhadap detail fisik dan selera klien.
”Saya harus memperhatikan bentuk tubuh pelanggan karena setiap orang punya keunikan. Tidak semua model cocok untuk tubuh gemuk atau kurus. Selain itu, preferensi warna dan gaya, apakah suka yang simpel atau glamor, menjadi acuan utama saya dalam membantu desain mereka,” papar perempuan yang berbasis di Perumahan Rendole, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo ini.
Menyadari dunia fashion yang bergerak sangat dinamis, pemilik label Meyda Trisbiani Couture ini berkomitmen untuk terus mengasah kemampuannya.
”Saya terus belajar setiap saat karena tren model baju berubah sangat cepat. Saya fokus meningkatkan soft skill dan mengikuti perkembangan zaman,” tegas dia.
Hingga kini, produk unggulan Meyda mencakup berbagai jenis kebaya, gaun pesta, baju rumahan, hingga seragam sekolah. Strategi bisnisnya pun cukup luas, mencakup model Business to Consumer (B2C) dan Business to Business (B2B).
”Selain melayani konsumen langsung, saya juga bekerja sama dengan vendor seperti persewaan kebaya, Event Organizer (EO), Make Up Artist (MUA), sekolah, hingga perusahaan. Alhamdulillah, relasi yang sudah terbangun membuat bisnis tetap berjalan kuat, terutama saat musim wisuda atau event besar lainnya,” pungkas Meyda.
Bagi Meyda, kunci utama kokohnya bisnis fashion adalah menjaga kepercayaan pelanggan dengan selalu memberikan produk dan jasa terbaik secara konsisten.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad