
WARTAPHOTO.net.NASIONAL. Koleksi dari seorang guru tatabusana di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Salafiyah, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, turut dilirik di momen Solo Batik Fashion. Kreasi dari Bintari Kustianingrum itu ditampilkan bersama sejumlah desainer besar tanah air.
Guru Kejuruan Tatabusana di SMK Salafiyah kelahiran Pati, 7 Juni ini mendapatkan undangan Resmi dari Panitia Solo Batik Fashion (SBF) untuk memamerkan karya di hari Batik Nasional di Balai Kota Surakarta Minggu 2 Oktober 2022.
Beliau dengan brand ATTAMODA8 membawa nama Pati mewakili acara tersebut dan satu panggung dengan para designer ternama di Indonesia, salah satunya adalah Itang Yunasz.
Attamoda8 mengeluarkan koleksi padu cutting yang simpel dan padu padan yang luwes sehingga batik menjelma menjadi busana casual dengan kesan modern dan bisa digandrungi anak muda jaman sekarang.
Dalam SBF di tahun 2022 ini sendiri diikuti sejumlah desainer baik dari dalam maupun luar negeri.
Sejumlah nama besar dalam dunia fashion seperti Itang Yunasz dari Jakarta, Lia Afif dari Surabaya, Aam Kekean dan Cok Abi dari Denpasar, Sugeng Waskito, Vitalia Pamoengkas, Zam Wawir, Dadang Koesdarto dari Yogyakarta serta Rorry Wardana, Joko SSP, Tuty Adib dari Solo ikut meramaikan even fashion bergengsi di Solo tersebut.
Tak hanya itu, desainer dari luar negeri seperti dari Malaysia, Belanda dan Korea juga turut menampilkan karyanya. Begitu pula untuk desainer muda tanah air.
Mengusung tema “Dejavu” Bintari ingin kembali berada disituasi lampau dimana batik klasik menjadi pilihan berbusana diberbagai kesempatan.
“Saya menampilkan delapan busana yang bertemakan Dejavu. Tema itu saya pilih karena seperti kembali berada di situasi serupa dimana batik klasik selalu menjadi pilihan berbusana di berbagai kesempatan di masa lalu,”terang Bintari.
Baginya sendiri, batik tidak hanya tentang keindahan selembar kain, namun juga bisa menjelajah waktu di masa lalu dengan sejarah dan lintas generasi.
Diapun melihat SBF menjadi sebuah yang baik bagi dunia fashion di tanah air. Bahkan dia cukup yakin jika even itu nantinya mampu menjadi sebuah trendsetter.
Reporter: Arton
Editor: Revan Zaen