17
September
2026
Kamis - : WIB

Ribuan Warga Meriahkan Haul Bupati Juwana I-XIII Tahun 2023

wartaphoto net
2023/03/05 pada Juwana, Muria Raya

WARTAPHOTO.net.Juwana – Banyak sejarah di Pati yang dapat dijadikan ilmu pengetahuan bagi masyarakat saat ini. Termasuk salah satunya sejarah Bupati Juwana.

Hal tersebut diungkapkan Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro saat menghadiri Haul Bupati Juwana I-XIII tahun 2023, pada Minggu, (05/03)

Pj Bupati Henggar mengatakan, melalui haul serta kirab budaya ini tentunya dapat memberikan gambaran bagi masyarakat khususnya generasi penerus di Pati dan  Juwana agar tetap melestarikan budaya dan sejarah yang dimiliki bahwa ada Bupati Juwana 1 hingga 13.

“Pada hari ini adalah bagaimana memberikan pelajaran bagi anak cucu kita semuanya. Karena memang Kadipaten Juwana ini sudah ada sejak dahulu. Sekitar abad ke 17 an tadi disebutkan,” katanya.

Henggar menambahkan, kegiatan kirab pusaka dalam rangkan haul Bupati Juwana ini harus berlangsung ditengah musibah banjir yang saat ini menimpa wilayah Pati dan Juwana.

“Tentunya sesuai apa yang telah disampaikan ketua panitia tadi bahwa apa yang kita laksanakan pada sore hari ini adalah suatu bagian sesuai rencana yang telah disusun beberapa hari sebelumnya. Terkait dengan musibah banjir yang saat ini ada, tentunya diluar kendali kita semua,” imbuhnya.

Haul, Kirab pusaka dan sunsungan Kabupaten Juwana ini selalu dilaksanakan tiap tahun. Namun dalam dua tahun terakhir ini dilakukan dengan sangat sederhana dan terbatas. Bahkan meniadakan kirab dan pawai lantaran adanya pandemi.

Acara kirab pusaka dan sunsungan Bupati Kabupaten Juwana ini sendiri dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Pati, Kerabat Keraton Surakarta dan Putu Wayah Bupati Juwana.

Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro dan istri menaiki kereta kuda menuju Astana Jatisari Bupati Juwana yang terletak di Jalan Mangkudipuro Desa Growong Kidul Juwana.

Ketua panitia haul Bupati Juwana H.Suriyanto menjelasakan bahwa Kegiatan haul ini memang sudah direncanakan jauh-jauh hari dan dilaksanakan setiap tahunnya. Biasanya kirab budaya ini dimanfaatkan masyarakat Juwana sebagai ajang nguri-nguri budaya dan saling mempererat silaturahmi.

“Kirab budaya ini adalah nguri-nguri leluhur, biasanya ini kan memang dilaksanakan setiap tahunnya. Tapi hari ini saya mohon maaf ya karena (tetap dilaksanakan-red) meski bersamaan dengan musibah banjir. Karena ini sudah terplanning, sehingga budaya kirab ini tetap kita jalankan. Tetapi tidak mengurangi rasa kepedulian kami kepada masyarakat terdampak banjir. Sekali lagi kami mohon maaf,” ungkap H. Suriyanto.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

 

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close