16
September
2026
Rabu - : WIB

Khawatir Pasokan Air Berkurang, Pembudidaya Nila Salin di Tayu Kurangi Tebar Benih

wartaphoto
2023/11/03 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. TAYU – Kemarau panjang yang terjadi hingga saat ini membuat pembudidaya ikan nila salin di Kabupaten Pati harus mengurangi jumlah benih yang ditabur. Seperti halnya yang dilakukan pembudidaya ikan nila salin di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Mereka rela mengurangi jumlah benih lantaran merasa khawatir akan berdampak pada pasokan air.

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Murya, Desa Tunggulsari, Suwondo, mengatakan bahwa kurangnya pasokan air di musim kemarau ini menjadi faktor pengurangan jumlah benih yang ditebar. Menurut dia, jika hal itu tidak dilakukan, maka bisa berdampak pada pasokan air untuk kebutuhan masyarakat di desa tersebut.

“Budidaya nila salin menggunakan air dari sumur bor. Jadi kalau tidak dikurangi akan membutuhkan banyak pasokan air sehingga akan berdampak terhadap permukiman,” kata dia, Kamis (2/11/2023).

Ia menjelaskan, di saat musim penghujan,  pembudidaya nila salin di Tunggulsari bisa menebar benih hingga 100 ribu ekor per hektarnya. Namun, ketika musim kemarau seperti sekarang ini, mereka mengurangi jumlah benihnya hingga 30 persennya.

“Biasanya per hektar kalau musim penghujan benih yang ditebar hingga 100 ribu per ekor hektar. Tapi kalau musim kemarau hanya menebar 70 ribu ekor per hektarnya,” terang dia.

Meksipun demikian, lanjut dia, hal ini tidak mempengaruhi pendapatan para pembudidaya. Sebab, harga nila salin pada bulan ini mengalami kenaikan.

“November ini harganya mencapai Rp 24 ribu per kilogramnya. Ini tergolong tinggi hargnya, karena Agustus lalu sempat hancur, hanya Rp 18 ribuisi 3 sampai 6 ekor. Kalau harga normal biasanya Rp 22 ribu,” jelas Suwondo.

Dia menambahkan, luas lahan tambak di desanya itu mencapai 147 hektar. Dari ratusan hektar tersebut, hampir keseluruhan petani membudidaya ikan nila salin. Mereka melakukan dengan beberapa metode, seperti menggunakan metode tradisional, tradisional plus, dan semi intensif.

Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close