16
September
2026
Rabu - : WIB

Malam Panggung Kesenian Festival Kali Juwana #7: Seni dan Mitos Menjadi Jalan Merawat Sungai

wartaphoto
2026/07/28 pada Berita, Budaya, Juwana, Musik, Pati, wartaphoto
Festival Kali Juwana #7 (Istimewa)

​PATI | WARTAPHOTO.NET – Setelah sukses dengan upacara pembukaan yang dihadiri Plt. Bupati Pati pada Senin (27/7/2026) pagi, Festival Kali Juwana #7 kembali memukau masyarakat melalui pagelaran seni budaya pada malam harinya.

Bertempat di depan Sekretariat Jampisawan, acara yang mengusung semangat “Sungai Waras, Masyarakat Waras” ini mengemas kampanye lingkungan melalui pertunjukan tari, dongeng, musik, dan wayang sampah.

​Masyarakat yang memadati lokasi acara
disuguhkan dua pementasan tari dari Sanggar Tari Nakula Sadewa asal Juwana. Gerakan tari yang dinamis dan sarat makna tersebut menjadi pembuka yang menggugah kesadaran akan keindahan alam serta pentingnya menjaga kelestariannya.

​Puncak acara malam itu ditandai oleh penampilan “Dongeng Kali Juwana Bertutur” oleh Kak Putri dari Pustaka Cerita Anak Kampung Dongeng. Melalui gaya mendongeng yang interaktif, Kak Putri mengajak penonton—terutama anak-anak—menyelami kisah Sungai Juwana sebagai sumber kehidupan yang harus dihormati.

​Grup musik kampung GaGeGo turut memeriahkan panggung dengan membawakan beberapa lagu bertema kepedulian lingkungan. Penampilan mereka semakin istimewa karena diselingi pertunjukan Wayang Sampah, yang menghadirkan dialog menarik antara dalang wayang sampah dan Ketua Panitia Festival mengenai makna mitos di sepanjang aliran Kali Juwana.

​Dalam dialog panggung tersebut, Ketua Panitia Festival Kali Juwana #7,Ari Subekti menjelaskan bahwa mitos-mitos yang berkembang di masyarakat bukanlah sekadar cerita turun-temurun, melainkan bentuk ajaran luhur dari para leluhur.

​”Mitos-mitos ini sejatinya adalah cara bijak leluhur kita untuk mengajarkan pentingnya menghormati Kali Juwana. Sungai ini telah menopang sumber kehidupan bagi setiap makhluk, mulai dari petani, nelayan, hingga seluruh warga Pati. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk tidak membuang sampah ataupun mencemari sungai,” tegasnya di atas panggung.

​Penjelasan ini menegaskan bahwa menjaga sungai bukan hanya masalah ekologis, melainkan juga bagian dari merawat warisan budaya dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

​Penggabungan seni tari, musik, dongeng, dan wayang sampah dalam satu panggung membuktikan bahwa kampanye lingkungan dapat berjalan efektif melalui pendekatan budaya. Acara ini berhasil menyedot perhatian tidak hanya dari kalangan pegiat lingkungan, tetapi juga keluarga, seniman, budayawan, hingga generasi muda di Kabupaten Pati.

(*/wartaphoto)

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close