
WARTAPHOTO. NET. PATI- Nelayan Juwana yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Mitra Nelayan Sejahtera, membagikan ikan secara gratis sebanyak 120 ton kepada warga Kabupaten Pati, Minggu (17/12/23) pagi. Pembagian dilakukan di Alun-Alun Pati sebelah timur, tepatnya di depan landmark tulisan alun-alun Pati. Kegiatan ini bersamaan dengan momen Car-Free Day (CFD).
Adapun pembagian ikan gratis ini, khusus untuk warga masyarakat di 29 desa di Kecamatan Pati Kota. Mereka telah membawa kupon yang telah diberikan oleh perangkat desa untuk ditukarkan di truk boks pendingin sesuai nama desanya. Satu kupon ditukar dengan ikan seberat sekira 10 kilogram.
Tepat pukul 07.00 WIB, acara bagi-bagi ikan gratis pun di mulai secara serentak. Jenis ikan yang dibagikan di antaranya layang, demang kunting dan munir.
Lewat pukul 10.00 WIB, barulah masyarakat yang tidak memiliki kupon diperkenankan ikut mengantre untuk mendapat ikan.
Di truk boks pendingin sebelah timur alun-alun, panitia sempat kewalahan membagikan ikan. Mulanya, warga yang tanpa kupon sudah mengantre teratur. Namun tiba-tiba antrean pecah dan warga berebut untuk mendapat pembagian ikan terlebih dahulu. Polisi yang berjaga pun berupaya menertibkan mereka.
Sebelumnya, para nelayan memprotes HAI yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kondisi harga ikan di lapangan yang anjlok. Padahal, HAI merupakan acuan untuk penentuan besaran pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Semakin besar HAI, semakin besar pula pungutan yang dibebankan pada nelayan.
Untuk memprotes hal ini, para nelayan bahkan sudah menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Tim Pendataan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Juwana, Jumat (24/11/2023) lalu. Mereka meminta HAI diturunkan sesuai kondisi harga di lapangan.
Eko Budiyono, Ketua Paguyuban Nelayan Mitra Nelayan Sejahtera (MNS) menyampaikan, Saat ini harga ikan terlalu rendah, sehingga teman-teman paguyuban nelayan mempunyai inisiatif untuk memberikan ikan secara gratis kepada warga Pati.
Saat ini, lanjut Eko, harga ikan pindangan anjlok dari Rp 10 ribu menjadi Rp 5 ribu per kilogram. Hal inilah yang mendorong para nelayan melakukan aksi bagi-bagi ikan.
“Pembagian ikan gratis ini merupakan shadaqah dari nelayan. Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk mengajak warga Pati untuk gemar makan ikan. Untuk itu, kami berharap supaya pemerintah tidak impor dikarenakan ada ikan yang tidak terserap di pasar,” terangnya.
Di tempat yang sama, Mukit, Humas Paguyuban Nelayan MNS Juwana, menambahkan, kegiatan bagi-bagi ikan gratis ke masyarakat ini untuk ikut menyukseskan program penanganan stunting, dan program gemar makan ikan.
“Ini juga bagian dari bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang telah diberikan dengan tangkapan ikan yang meningkat. Semoga kedepannya, rezeki kita semakin lancar. Terutama rezeki di nelayan,” harap Mukit.
Sementara itu, Marsini, salah satu penerima ikan gratis dari Desa Dengkek Kecamatan Pati Kota merasa senang mendapat sedekah ikan ini.
“Senang tadi mendapat ika gratis, nanti sampai di rumah digoreng dan dipepes. Sebagian ikannya dibagikan tetangga yang belum dapat,” katanya.
Reporter: Arton
Editor: Revan Zaen