
WARTAPHOTO.NET. PATI – Pujianto, tampak sibuk melayani pembeli kopi di warung sederhana miliknya. Usai menyajikan kopi, ia pun memainkan gitar seakan menjadi pengiring di setiap seduhan kopi yang dinikmati para pelanggannya.
Siapa sangka, penjual kopi berusia 59 tahun yang tinggal di Kelurahan Pati Wetan, Kabupaten Pati ini ternyata seorang sastrawan yang punya segudang karya.
Puji Pistols, sapaan akrabnya, telah mengarang puluhan puisi. Banyak puisi karyanya yang diikutkan lomba maupun dirangkum dalam antologi puisi bersama.
Ia pun punya sebuah buku berjudul “Tokoh-Tokoh Dalam Sepuluh Lompatan”. Buku ini berisi kumpulan puisi-puisi ciptaannya yang diterbitkan pada 2019 lalu.
“Antologi bersama sudah banyak. Saya sudah lupa. Tapi kurang lebih sudah ada puluhan,” kata dia kepada Wartaphoto, Minggu (2/6/2024).
Bagi Puji Pistols, puisi seakan menjadi kebutuhan rohani. Sehingga ia memilih berjualan kopi dari pada bergantung pada karyanya.
“Saya menulis buat sampingan, yang penting cari pangan. (Mengarang puisi) jadi kebutuhan rohani, yang penting saya kerja juga sambil berjualan,” tutur dia.
Dalam menjalani kehidupan, Ia mengaku tak terpaku pada dunia tulis-menulis saja. Bagi dia, menulis adalah jalan sekunder atau kebutuhan kedua setelah menghidupi dirinya sendiri.
“Saya tidak bisa menulis di batasi waktu. Meski penulis yang seperti itu banyak. Tapi menurut saya sastra belum bisa menghidupi,” terang Puji.
Meskipun begitu, Puji Pistols tidak lantas menghilangkan kebiasaan merangkai sebuah kata menjadi karya sastra. Bahkan, pada tahun ini ia berencana membuat buku baru yang diberi judul “Dari Buah Bibir ke Sinema”.
“Buku itu bercerita tentang folklor. Tutur dari Tiongkok dan Jepang. Kemudian mengambil dari film bioskop dari timur, terutama Korea, Jepang, dan China. Jadi ini menggabungkan folklor dengan sinema,” tandas dia.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen.