
WARTAPHOTO.net.PATI. Singkong selama ini hanya dikenal sebagai bahan pangan tradisional, oleh Nadif Edgar Byantara dan Najwa Salsabila Putri Wanda, diinovasi lebih menarik.
Dua pelajar asal SMA Negeri 1 Jakenan ini menghadirkan Cassarollz, stik singkong bercita rasa modern dengan bahan lokal. Mereka menyambut peluang bisnis F&B (Food and Beverage) yang kini kembali mengonsumsi makanan sehat namun kekinian, utamanya di kalangan generasi muda.
Cassarollz menawarkan stik singkong dengan beragam varian rasa yang sudah disesuaikan dengan preferensi konsumen masa kini, mulai dari coklat, keju, balado, matcha, hingga tiramisu. Inovasi ini tidak hanya mengubah persepsi bahwa singkong adalah makanan tradisional yang itu-itu saja, tetapi juga membuka peluang baru dalam industri kuliner modern berbahan lokal.
Menurut Nadif dan Najwa, penggunaan bahan baku singkong lokal dari petani sekitar Pati juga menjadi nilai tambah dari produk ini. Selain membantu meningkatkan perekonomian petani, bahan baku terjamin kesegarannya, sehingga menghasilkan produk dengan tekstur yang renyah dan rasa yang otentik.
Keunggulan lain Cassarollz adalah kehadirannya dalam dua bentuk produk yakni stik singkong siap santap dan frozen food. Ini membuat produk fleksibel dan mudah dijangkau bagi beragam konsumen. Versi frozen food sangat menguntungkan bagi keluarga dan pelaku usaha kuliner yang menginginkan stok praktis dan tahan lama.
Pengemasan modern dengan desain minimalis dan warna cerah menjadi strategi pemasaran yang menargetkan kalangan remaja dan milenial. Kemasan juga menjaga kualitas dan kerenyahan produk, yang menjadi faktor penting dalam kepuasan konsumen.
Potensi Pasar dan Strategi Pemasaran
Cassarollz ini dipasarkan melalui media sosial dan marketplace sebagai kanal pemasaran utama, dengan fokus pada segmen generasi Z dan remaja. Pendekatan kreatif seperti kolaborasi dengan UMKM lokal dan promosi viral di platform seperti Instagram dan TikTok menjadi kunci agar produk ini dapat meraih pasar yang lebih luas.
Meski kapasitas produksi masih terbatas, tim pengembang Cassarollz berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas agar dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat.
Seperti usaha rintisan lainnya, Cassarollz menghadapi beberapa tantangan, antara lain kendala produksi skala kecil, persaingan pasar yang ketat, serta fluktuasi harga bahan baku singkong. Namun demikian, strategi mitigasi telah disusun dengan baik, termasuk pengelolaan stok bahan secara berkelanjutan dan inovasi rasa serta kemasan yang berkelanjutan.
Dengan harga jual yang kompetitif sekitar Rp 8.000 per kemasan, Cassarollz menawarkan kombinasi kualitas, inovasi, dan harga yang bersahabat. Proyeksi keuangannya pun menunjukkan potensi usaha yang menguntungkan dan cepat balik modal, dukungan besar bagi pengembangan usaha ini ke depannya.
Inovasi Cassarollz tidak hanya memperkaya khazanah kuliner lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pelajar muda untuk terus berkreasi dalam menjawab tantangan bisnis dan kebutuhan pasar masa kini.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad