
WARTAPHOTO.NET. PATI – Bermodalkan sepeda motor tua dengan seperangkat penyeduh kopi, seorang pemuda asal Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati manfaatkan peluang usaha berdagang di pelataran lumbung padi desa setempat.
Dengan memanfaatkan pelataran lumbung padi yang kosong itulah, Nofri (32) telah siap dengan kedai kopinya yang diberi nama “Angkringan Sipreng”.
Uniknya, Nofri mampu menghadirkan tempat nongkrong baru dengan suasana bentangan alam persawahan dengan latar belakang gunung Muria dan Pegunungan Tempur.
Tidak hanya para kaum adam saja, namun pelanggan Nofri juga banyak dari kaum hawa, bahkan anak-anak.
Anggeline (34) misalnya, salah satu pelanggan angkringan sipreng mengaku nyaman menikmati kopi bersama teman-temannya di tengah-tengah sawah dengan udara yang asri. Bahkan kalau beruntung, ia juga akan melihat keindahan sunset di sebelah barat.
“Hampir setiap sore saya ngopi di sini sambil menikmati keindahan dan keasrian sawah di sini sama teman-teman. Awalnya tahu dari sosmed ya, kan diunggah, jadi ke sini biasanya jam 4 sore sampai magrib aja,” ungkapnya.
Kreatifitas ini awalnya muncul dari banyaknya pelanggam Nofri yang menginginkan adanya tempat nongkrong di desanya pada sore hari. Mengingat saat ini ia juga membuka angkringan di depan rumahnya pada malam hari.
“Ya awalnya kan teman-teman itu rasan-rasan (saling tukar pendapat) bagaimana kalau sore buka kedai kopi di sekitaran sini, biar ada tempat nongkrong. Akhirnya ya saya survey lokasi, dapatlah di sini, di lumbung padi desa,” kata Nofri.
Tak perlu merogoh kocek yang mahal, pembeli bisa memesan menu kopi dan es hanya kisaran Rp 3 ribu – Rp 5 ribu. Sementara untuk aneka camilan dimulai dari harga Rp 500 rupiah saja.
Kedai angkringan sipreng ini mulai buka pukul 4 sore hingga magrib. Selain dapat membayar dengan uang tunai, Nofri juga telah melengkapi pembayaran dengan menggunakan barcode QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bagi pembayaran nontunai.
Meski terletak di tengah pesawahan, namun lokasi lumbung padi yang menjadi tempat angkringan sipreng ini dapat diakses dengan mudah. Melalui jalur alternatif Desa Bakalan ke Dukuh Penggung di sebelah barat jalan raya Tayu Puncel, atau sebelah barat bendungan Kali Guno.
Reporter : Dimas
Editor : Revan Zaen.