
WARTAPHOTO. NET. JUWANA — Sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina, seorang seniman asal Juwana, Kabupaten Pati, membuka lapak sablon bertema “Free Palestine”. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan moral bagi masyarakat Palestina sekaligus upaya untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kemanusiaan global.
Seniman tersebut adalah Wage, warga Desa Kauman, Kecamatan Juwana. Ia membuka lapak sablon di warung miliknya yang terletak di Jalan WR Supratman, Juwana. Dengan teknik wood block printing, Wage mencetak berbagai desain bertema sosial pada kaus milik warga.
Beberapa desain yang disiapkan Wage antara lain bertema Free Palestine, Selamatkan Hutan, Save Our Planet, dan Setara. Semua sablon tersebut dicetak dengan tangan menggunakan papan kayu dan cat kain.
“Ini adalah media yang mudah dan menarik untuk dibagikan, apalagi kalau dipasang di kaus sehingga bisa menarik perhatian. Harapannya, semakin banyak orang yang bisa melihat dan sadar akan isu-isu ini,” ujar Wage kepada Wartaphoto.net, Minggu (22/6/2025) siang.
Selain untuk kampanye kemanusiaan, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai wadah silaturahmi antarseniman serta ajang penggalangan dana. Nantinya, dana yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga yang konsisten membantu Palestina.
“Sablon ini sifatnya sukarela, hanya untuk ongkos cetak saja. Jika ada dana berlebih, tentu saya ingin mendonasikannya untuk Palestina, asalkan melalui pihak yang benar-benar fokus ke sana,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang tinggi. Sejak pagi, banyak warga datang membawa kaus untuk disablon. Tidak hanya dari wilayah Kecamatan Juwana, tetapi juga dari Kecamatan Pati dan Dukuhseti.
Dimas, warga asal Dukuhseti yang ikut mengantre sejak pagi, mengaku datang ke Juwana khusus untuk menyablonkan kaus miliknya.
“Saya tahu dari media sosial, ada yang mengunggah info tentang kegiatan ini. Temanya sangat cocok dengan situasi di Palestina sekarang. Gambarnya pun menyentuh, ada anak kecil yang dipangku ibunya—simbol kasih sayang dan kemanusiaan,” tuturnya.
Meski baru dibuka beberapa jam, lapak sablon Wage langsung dipadati warga. Ia bahkan menganjurkan warga membawa kaus lama atau bekas untuk disablon ulang.
“Yang penting kaus polos dan warnanya terang. Kaus bekas juga malah lebih bagus, karena kita bisa memanfaatkan barang yang sudah ada agar tetap berguna,” tutup Wage.
Reporter: Anwarudin
Editor: Revan Zaen