
WARTAPHOTO.NET. PATI – Perum Bulog Cabang Pati memastikan bahwa tidak ada beras oplosan yang disalurkan ke masyarakat. Sehingga, layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Pimpinan Cabang Bulog Pati, Nur Hardiansyah, mengatakan bahwa pihaknya selalu turun ke lapangan setiap ada program maupun pengadaan dan penyaluran. Langkah itu untuk memastikan beras yang keluar masuk ke bulog sesuai dengan standar.
“Kita pastikan barang itu yang masuk sesuai spek. Sebelum keluar pun kita pastikan bahwa barang itu sesuai standar,” kata di Gudang Bulog Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Sabtu (2/8/2025).
Sebagai contoh, pihaknya telah melakukan pengecekan kualitas beras sebelum disalurkan kepada masyarakat di eks-Karesidenan Pati dalam program bantuan pangan.
“Saat ini penyaluran di cabang Pati yang meliputi Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora, 100 persen sudah berada di titik distribusi atau kantor kepala desa/kelurahan untuk disalurkan ke Penerima Bantuan Pangan (PBP),” ungkap Nur Hardiansyah.
Ia menyebut, setiap PBP menerima 20 kilogram beras untuk alokasi Juni dan Juli.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Ahmad Kholisun menambahkan, untuk bantuan pangan beras yang disalurkan ke masyarakat dikemas dengan 10 kilogram.
“Itu ada spek pertama mengenai kualitasnya, antara yang tertulis di kemasan dengan isinya kami jamin sama. Kedua mengenai beratnya yang tercantum di kemasan dengan berat nanti bisa dicek, juga tidak ada pengurangan,” imbuh dia.
Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI, H Firman Soebagyo, mengecek langsung kualitas beras di Bulog hingga yang telah tersalurkan ke masyarakat.
“Saya sudah melakukan pengecekan di bulog, hampir nyaris tidak ada beras yang jelek. Saya milih sendiri, karung mana, tumpukan mana, yang saya colok. Setelah saya colok baik itu yang impor maupun lokal semuanya bagus,” ucap dia.
Ia pun memastikan bahwa stok beras yang ada di bulog kualitasnya terjamin. Sehingga yang telah disalurkan ke mayarakat pun sesuai standar.
“Ada jaminan bila mana masyarakat menganggap beras yang diterima itu kualitasnya kurang bagus bisa ditukarkan. Termasuk jumlah kiloannya. Itu juga saya cek langsung ke lapangan random dengan kepala desa dan masyarakat, juga rata-rata tidak ada yang kurang (takarannya),” ucap dia.

Salah satu mitra Bulog, pemilik dari CV. Ega Jaya, Sudi Rustanto, menyampaikan aspirasinya kepada Firman Soebagyo
Sementara pada kesempatan itu salah satu mitra Bulog, pemilik dari CV. Ega Jaya, Sudi Rustanto, menyampaikan aspirasinya kepada Firman Soebagyo soal peremajaan peralatan penggilingan padi. Sehingga, ke depan kualitas maupun kuantitas baras dari mitra yang dikirim ke bulog akan lebih terjaga.
“Di Pati ini potensi pertanian sangat tinggi, akan tetapi di penggilingan padi banyak sekali yang masih tradisional. Oleh sebab itu dari mitra menyampaikan ke pak Firman soal adanya revitalisasi alat mesin modern. Saya dan teman-teman mitra meminta agar pak Firman menyampaikan ke pemerintah, yaitu alangkah baiknya penggilingan padi kecil yang ada di Kabupaten Pati ini mendapat kredit lunak untuk mendapatkan alat mesin pertanian, supaya ke depannya kualitas maupun kuantitas yang kita kirim ke bulog akan lebih terjaga,” tutur dia.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen