17
September
2026
Kamis - : WIB

Melihat Kirab Boyongan Hari Jadi Ke-702 Kabupaten Pati

wartaphoto net
2025/08/08 pada Budaya, Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Prosesi Kirab Boyongan yang menjadi puncak rangkaian Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati, pada Kamis (7/8/2025), berlangsung meriah.

Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute yang dilalui peserta kirab. Yakni di Jalan Raya Sarirejo, Jalan Pemuda, hingga Jalan Tombronegoro dan berakhir di Kantor Bupati Pati.

Prosesi kirab dimulai dari Genuk Kemiri, diawali dengan pengambilan air suci oleh Kepala Desa Sarirejo dan juru kunci, disambut dengan tari tradisional Eka Prawira dan Bedhaya. Doa dan gelar bregodo juga mengawali prosesi kirab ini.

Prosesi ini diadakan setiap lima tahun sekali, dan menjadi simbolisasi tonggak sejarah berdirinya Kabupaten Pati. Dalam kirab ini mereka ulang boyongan yang terjadi pada tahun 1323.

Dikatakam sebagai tonggak berdirinya Kabupaten Pati sebab boyongan itu diyakini sebagai momentum perubahan status, yakni dari Kadipaten menjadi Kabupaten Pati.

Pusat pemerintahan yang semula berada di Pendipo Kemiri, Desa Sarirejo, berpindah ke Desa Kaborongan, lokasi berdirinya Pendopo Kabupaten Pati.

Bupati dan istri menaiki kereta kencana pada kirab Boyongan Kabupaten Pati 2025

Pada kirab tersebut, Bupati Pati beserta istrinya menaiki kereta kencana dengan mengenakan busana agung kanigaran. Setelah itu, diikuti Wakil Bupati Pati, jajaran Forkopimda, DPRD, pimpinan OPD, camat, beserta pasangan masing-masing.

Hadir juga tokoh masyarakat, perwakilan pelajar, hingga pegiat budaya. Adapun rombongan peserta kirab mengenakan busana adat, membawa pusaka, dan melibatkan prajurit simbolik dari tiga kadipaten sebagai cikal bakal Kabupaten Pati, yaitu Mojosemi, Paranggaruda, dan Carangsoka.

Kirab ini juga diramaikan oleh pawai marching band, rombongan duta budaya, Paskibra, sanggar budaya, dan prajurit simbolik dari berbagai desa.

Setibanya di Pendopo Kabupaten, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Gongcik, Tari Golek Mugi Rahayu, hingga pembacaan suluk oleh dalang.

Bupati Sudewo, mengatakan bahwa kirab ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya leluhur.

“Kirab ini adalah simbol perjalanan sejarah Kabupaten Pati, dan harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga identitas dan nilai-nilai budaya lokal,” kata dia.

Sudewo berharap, masyarakat Pati bisa menghayati momentum ini. Seban menurut dia, kegiatan ini bisa meningkatkan rasa cinta masyarakat Pati terhadap daerahnya

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close