16
September
2026
Rabu - : WIB

Gas Air Mata Tembus Area Masjid Agung Pati, LPBHNU: Aparat Jangan Bersikap Represif

wartaphoto net
2025/08/15 pada Berita

WARTAPHOTO.net. PATI – Aksi unjuk rasa pada 13 Agustus 2025 kemarin di Pati diwarnai insiden gas air mata yang sampai masuk ke area Masjid Agung Baitunnur. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati menyayangkan langkah aparat yang dinilai represif.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat tembakan gas air mata mengarah hingga ke halaman masjid. Akibatnya, bukan hanya peserta aksi yang terdampak, tetapi juga warga yang hendak melaksanakan ibadah.

Ketua LPBHNU Pati, Ahmad Shofwan, menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak warga negara.
”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025).

Ia menilai langkah kepolisian menembakkan gas air mata hingga ke halaman Masjid Agung Pati sebagai tindakan yang tidak tepat.
”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” ucapnya.

Shofwan menyebut banyak warga yang menjadi korban, termasuk ibu-ibu dan anak-anak yang tengah berada di area masjid.
”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkapnya.

Selain di masjid, gas air mata juga dilaporkan ditembakkan hingga masuk ke gang-gang permukiman warga. Shofwan berharap peristiwa ini tidak kembali terulang.
”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. Itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyebut bahwa langkah yang diambil kepolisian telah sesuai prosedur.
”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close