
WARTAPHOTO.net. PATI. – Rapat ke-13 Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati dengan agenda pemanggilan Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra berlangsung singkat dan cair. Hampir semua pertanyaan dijawab Chandra dengan kalimat pendek. “Saya tidak dilibatkan,” ujarnya berulang kali.
Anggota Pansus dari PKB, Muhammadun, bahkan menanggapi dengan kritik bernada humor. “Kalau semua kebijakan tidak melibatkan wakil bupati, lalu saya harus tanya apa?” ucapnya yang disambut tawa peserta rapat.
Dari hasil rapat, Pansus menyimpulkan Wabup Pati tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada masyarakat. Perannya selama ini sebatas menggantikan Bupati jika berhalangan.
Wabup juga menegaskan tidak menyetujui kenaikan PBB-P2 dan sempat menyampaikan hal itu kepada bupati, namun masukannya tidak digubris. Ia juga menyampaikan, tidak diundang saat rapat kenaikan PBB-P2 yang digelar di rumah pribadi Bupati Sudewo di Slungkep, Kayen.
Chandra juga menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu adanya surat BKN yang berkaitan dengan pengangkatan dewan pengawas. Wabup hanya dilibatkan untuk menghadiri acara ketika bupati berhalangan, sementara dalam proses pengambilan kebijakan maupun penganggaran, dirinya tidak pernah dilibatkan.
Demo 13 Agustus
Terkait kondisi politik yang sempat memanas, Chandra mengaku khawatir menjelang aksi demonstrasi 13 Agustus lalu. “Malam sebelumnya saya tidak bisa tidur, hanya berdoa agar Pati baik-baik saja,” ujarnya.
Ketua Pansus Bandang menanyakan “Saya menanyakan perasaan bapak saat itu. Bahkan rapat pansus jujur sebelum masuk pansus saya lewat depan, kemarin harus lewat belakang dan dikawal oleh polisi. Ini kondusif sekali. Kenapa bapak tidak bawa massa seperti kemarin,” Bandang melanjutkan.
“Saya baru lima bulan sebelum pilkada masuk Pati. Untuk kumpulkan 200 orang saja sulit,” ungkapnya.
Sementara itu Joni Kurnianto mempertanyakan terkait perpindahan ruangan dari lokasi lama di sebelah kiri pendopo, bergeser ke ruangan eks sekda. Apakah sudah ditanyakan kepada Bupati Pati Sudewo.
“Alhamdulillah saya masih menempatkan diri sebagai Wakil Pak, jadi awak (badan) dan sikil (kaki) saja,” jawab Risma.
Joni kemudian menanyakan terkait dengan tentang anggaran operasional Wakil Bupati Pati. “Tahu nggak keuangan untuk operasional sendiri?,” tanya Joni.
Chandra menjawab jika terkait dengan anggaran operasional Wabup, dirinya mengetahuinya. “Kalau bentuknya operasional kami tahu. Operasional pribadi sebagai Wakil Bupati saya tahu,” jelasnya.
Menutup rapat, Chandra menyampaikan harapan agar dinamika politik dan sosial di Pati menjadi momentum introspeksi bersama. “Semoga dengan adanya pansus dan aspirasi masyarakat, bisa membuka lembaran baru dalam koordinasi pemerintah dengan rakyat. Ke depan, Pati harus lebih baik,” tegasnya.
Reporter: Arton
Editor: Revan Zaen