16
September
2026
Rabu - : WIB

SMA Negeri 1 Jakenan Kembangkan Pembelajaran Berbasis Literasi dan Riset

wartaphoto net
2025/11/01 pada Berita

WARTAPHOTO.net. PATI – Suasana belajar di SMA Negeri 1 Jakenan semakin hidup dengan penerapan metode pembelajaran berbasis literasi dan riset. Tiga kelas rintisan, yakni XI F1, XI F8, dan XI F11 menghasilkan  15 proposal penelitian yang telah dicetak dan dapat diakses di perpustakaan sekolah.

Proses penelitian kini tengah berjalan, mulai dari pengumpulan data, pengolahan, pengkodean, kategorisasi, visualisasi, verifikasi, hingga analisis data. Laporan hasil penelitian tersebut nantinya akan diluncurkan dalam bentuk digital sebagai sarana literasi dan pembaruan sosial bagi masyarakat di sekitar sekolah.

Rindy Setiawati, siswi kelas XI F1, berbagi pengalamannya. “Tahap pertama kami menyusun rancangan penelitian, memilih topik, lalu mengajukan proposal yang sudah disetujui guru pembimbing. Setelah itu kami turun ke lapangan untuk wawancara dan mengumpulkan data. Semua data tersebut kami olah dan nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk buku atau video,” ujarnya.

Rindy memilih topik tentang pengaruh pengetahuan dan teknologi terhadap inovasi produk batik bakaran khas Pati. “Karena kami dari Pati, kami ingin menggali lebih dalam tentang batik bakaran, mulai dari proses pembuatannya, sejarah, hingga ciri khas yang dimilikinya,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi metode pembelajaran ini, terutama dalam penggunaan teknologi dan praktik wawancara. “Saya belajar mengolah data dengan teknologi kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence), belajar wawancara yang benar, dan menyusun proposal serta produk penelitian. Pembelajaran ini sangat membantu kami tidak hanya memahami sosiologi, tapi juga melestarikan produk lokal,” tambah Rindy.

Sementara itu, siswa lainnya, Syaidatun, mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi. “Kami baru pertama kali melakukan penelitian langsung di lapangan, jadi agak kesulitan menentukan arah. Selain itu, proses pencetakan proposal cukup mahal, walaupun ini relatif tergantung orangnya,” ujarnya.

Pembimbingan riset oleh pembimbing

Namun ia menambahkan, “Tim guru pembimbing kami sangat membantu dan sabar membimbing. Kritik saya hanya terkait waktu wawancara yang tidak selalu fleksibel karena kesibukan siswa.”

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Jakenan, Mashuri, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap penerapan metode pembelajaran berbasis riset tersebut.

Menurutnya, metode ini merupakan bagian penting dari pendekatan ilmiah yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam melakukan penelitian sesuai tahapan yang benar.

“Jadi mulai dari menyusun rancangan, kemudian aksi untuk melakukan penelitian, setelah itu pengolahan data, dan terakhir penyusunan laporan. Saya pikir ini bisa terintegrasi dengan pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia dalam kaitan penyusunan laporan,” ujar Mashuri.

Ia menambahkan, metode ilmiah seperti ini tidak hanya cocok diterapkan pada mata pelajaran biologi, fisika, dan kimia, tetapi juga pada mata pelajaran sosial lainnya.

“Dari pihak sekolah menanggapi ini secara positif agar anak-anak dapat berkembang. Terlebih kami juga memiliki unit kegiatan yang berhubungan dengan penelitian, sehingga bisa saling bersinergi dengan pembelajaran berbasis riset ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Jakenan Sasmito, S.Pd., menyampaikan kebanggaannya atas inovasi para guru di sekolahnya. “Salah satu metode yang luar biasa adalah pembelajaran di SMA N 1 Jakenan sesuai branding sekolah kami yang fokus pada literasi. Ini sudah diaplikasikan nyata, bukan sekadar slogan. Terbukti dari banyak proposal penelitian yang ada, mulai dari Nasi Gandul, kelompok sosial pengerajinan bambu, hingga desa-desa sekitar seperti Jakenan, Juwana, dan Winong,” ujarnya.

Sasmito berharap, pengalaman riset ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa untuk menghadapi dunia akademik di perguruan tinggi.

Jurnalis Warga: Suhadi

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close