
WARTAPHOTO.net. PATI — Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Firman Soebagyo, S.H., M.H., menggelar Sosialisasi MPR RI tentang Pemantapan Wawasan Kebangsaan dan Empat Konsensus Dasar di Balai Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan di daerah pemilihan Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora) tersebut dihadiri anggota DPRD Pati Endah Sri Wahyuningati dan Nanda Yahya Prasetya, unsur Muspika Batangan, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Kedalon, Hartatik, A.Md, menyambut positif kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Firman Soebagyo di kampung halamannya.
“Sugeng kondur, selamat pulang kampung halaman Bapak Firman Soebagyo. Kegiatan sosialisasi MPR ini, dari Pak Haji Firman Soebagyo ini bisa memberikan wawasan atau pendidikan buat semua warga Kedalon khususnya,” ujarnya.
Hartatik menegaskan bahwa kontribusi Firman Soebagyo telah banyak dirasakan warga, terutama di sektor pertanian dan peternakan. Ia juga menilai materi sosialisasi mampu mengedukasi masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila yang dinilai mulai memudar.
“Itu (Sosialiasi 4 konsensus dasar -red) bisa mengedukasi seluruh warga Desa Kedalon. Sehingga bisa kembali menguat tenggang rasanya,” katanya.
Camat Batangan Sujono menyebut Firman Soebagyo sebagai sosok yang aktif turun ke desa-desa.
“Saya mendampingi Pak Firman dari desa ke desa di Kecamatan Batangan ini sudah tidak terhitung. Banyak sekali peran dan bantuannya,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota DPRD Pati Endah Sri Wahyuningati menilai Firman Soebagyo telah memberi teladan nyata kepada masyarakat.
“Bapak kita ini ngasih contoh baik langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Firman Soebagyo menegaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai putra daerah.
“Mari diskusi hati ke hati karena ini kampung saya. Saya merasa punya tanggung jawab moral disini,” tegasnya.
Firman menguraikan nilai Pancasila secara kontekstual. Pada Sila Pertama, ia mengajak masyarakat menjaga toleransi antarumat beragama, terutama menjelang Ramadan, dengan saling menghormati dalam beribadah.
Pada Sila Kedua, Firman menekankan pentingnya kepedulian sosial. Ia menyinggung masih adanya warga sakit dan kesulitan ekonomi yang membutuhkan perhatian bersama.
“Apa artinya salat lima waktu tapi kemanusiaan tidak muncul,” katanya.
Terkait Sila Ketiga, Firman mengajak masyarakat memperkuat persatuan melalui kepedulian dan gotong royong, serta mendorong pejabat publik lebih sering turun ke lapangan.
Pada Sila Keempat, Firman menekankan pentingnya komunikasi dalam pemerintahan. Ia menilai kebijakan publik harus disampaikan dengan tepat agar tidak disalahartikan dan dikapitalisasi secara politik. Ia juga mengungkapkan pengalamannya berdiskusi dengan Ketua KPK terkait tata kelola pemerintahan dan pemberantasan korupsi.
Melalui sosialisasi ini, Firman Soebagyo berharap nilai-nilai Pancasila dan empat konsensus dasar bangsa dapat terus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad