
WARTAPHOTO.NET, TLOGOWUNGU – Kondisi jalan penghubung Tlogowungu–Bapoh saat ini sangat memprihatinkan. Di sejumlah titik, terdapat banyak lubang berukuran lebar dan dalam yang membahayakan para pengguna jalan.
Padahal, jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan dua wilayah, yakni Kecamatan Tlogowungu dan Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Kerusakan infrastruktur ini memaksa pengendara yang melintas untuk ekstra waspada demi menghindari kecelakaan.
Keluhan pun datang dari sejumlah warga yang kerap melintasi jalur tersebut. Salah satunya adalah Khoirurriza yang mengaku hampir terperosok akibat kondisi jalan yang buruk.
”Saya hampir terjatuh karena terperosok ke lubang jalan itu,” ungkap dia, Jumat (13/2/2026).
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen sebelum memakan korban jiwa, mengingat mobilitas masyarakat di jalur antarkecamatan ini cukup tinggi.
Pengendara lainnya, Alfiyan, juga mengeluhkan hal serupa. Ia menyebutkan bahwa kondisi jalan semakin berbahaya saat malam hari atau ketika hujan turun, karena lubang-lubang tersebut tertutup genangan air.
”Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Sangat bahaya buat motor, apalagi penerangan jalan di sini juga minim,” keluh dia.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, mengatakan bahwa ruas jalan Tlogowungu–Bapoh telah masuk dalam program perbaikan tahun 2026. Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,95 miliar untuk peningkatan kualitas jalan tersebut.
“Saat ini masih proses perencanaan. Perkiraan Maret selesai perencanaan, lalu dilanjutkan pemilihan penyedia dan pelaksanaan,” kata dia saat dihubungi wartawan.
Hasto menambahkan, perbaikan jalan tersebut akan menggunakan pengaspalan hotmix. Untuk detail panjang dan lebar akhir masih menunggu hasil final perencanaan.
Adapun pelaksanaannya diperkirakan dimulai akhir Maret atau awal April 2026.
Secara keseluruhan, tahun ini DPUTR Kabupaten Pati menganggarkan sekitar Rp200 miliar untuk program rehabilitasi jalan, penggantian jembatan, serta pemeliharaan jalan dan jembatan di berbagai wilayah.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad