17
September
2026
Kamis - : WIB

Berkat Secangkir Kopi dan KUR BRI, Penjual Kopi di Pasucen Pati Pastikan Masa Depan Pendidikan Buah Hati

wartaphoto
2026/05/16 pada Berita, Feature, Lifestyle, wartaphoto
Angkringan Joss di Pasucen Pati Ramai Pembeli, Sabtu (16/5/2026)

WARTAPHOTO.NET. PATI – Aroma khas bubuk kopi robusta yang baru diseduh air mendidih membumbung tinggi. Aneka makanan ringan juga dijajakkan di atas meja dekat kasir. Di sana juga terpajang foto-foto ulama kharismatik dari Bumi Mina Tani, satu di antaranya adalah foto KH Ahmad Nafi’ Abdillah Kajen Pati.

Tempat itu dikenal dengan nama “Angkringan Joss”. Sebuah kedai kopi yang terletak di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Warung kopi sederhana yang tak pernah sepi pembeli ini menjadi saksi bisu pemiliknya, yakni Salam (44), pria yang menolak menyerah pada keadaan.

Angkringan Joss ini tidak dibuat Salam dalam satu malam. Belasan tahun sebelumnya dia memulai berjualan kopi bermodal gerobak dorong. Layaknya pelaku usaha jalanan, dia kenyang akan pahit manisnya kehidupan di pinggir trotoar.

“Saya mulai jualan kopi itu tahun 2011. Dulunya bawa gerobak pindah-pindah tempat,” kata Salam sambil menyajikan kopi untuk pelanggannya, Sabtu (16/5/2026).

Kemapanan usaha kopi milik Salam mulai bersemi di akhir Tahun 2023. Dia menyulap dapur rumahnya menjadi sebuah kedai sederhana. Halaman belakang dapur rumahnya itu memang cukup luas. Sehingga bisa ia manfaatkan untuk menata bangku-bangku yang terbuat dari kayu dan bambu sebagai tempat duduk para pelanggannya.

Salam butuh modal besar untuk mengisi kedai kopinya itu. Dia butuh suntikan dana untuk pembelian peralatan, stok bubuk kopi, dan bahan baku jualan lainnya. Di sinilah keberadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI hadir menjadi penyelamat.

“Tahun 2024 akhirnya saya ambil KUR, totalnya Rp25 juta. Dana segar ini yang kemudian saya pakai modal untuk mengisi kedai,” ucap dia.

Bagi Salam, setiap cangkir kopi yang ia sajikan ada masa depan dua buah hatinya yang sedang dipertaruhkan. Saat ini, anak perempuan pertamanya sudah duduk di bangku kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sementara anak bungsunya laki-laki masih di Taman Kanak-kanak (TK). Dari keuntungan berjualan kopi itu Salam menunaikan kewajibannya sebagai orang tua, yaitu memastikan kedua anaknya mendapatkan pendidikan yang layak.

Alhamdulillah, dari hasil jual kopi di kedai ini bisa menyekolahkan anak-anak. Semoga nanti bisa sampai ke jenjang perguruan tinggi,” ucap Salam.

Meskipun Angkringan Joss sudah banyak pelanggan, namun Salam tetap mempertahankan harga jual kopinya agar tetap ramah di kantong masyarakat. Untuk kopi hitam dia jual seharga Rp6 ribu per cangkir, kopi susu seharga Rp7 ribu, dan minuman seperti jahe dan susu dijual dengan harga Rp7 ribu hingga Rp9 ribu.

Area Head (Kepala Area) BRI Pati Regional Office (Kantor Wilayah) Semarang, Ahmad Muflihin Taiyeb, menjelaskan bahwa BRI selalu hadir untuk membantu masyarakat desa dalam hal permodalan. Salah satunya melalui KUR.

“Masyarakat Pati ini sangat kreatif dan banyak ide. Sehingga sudah selayaknya kami hadir untuk membantu mereka. Ada beberapa alat yang bisa kami gunakan untuk membantu masyarakat, Salah satunya dari sisi KUR. Sebenarnya ada lagi yang namanya KPP (Kredit Program Perumahan) yang bisa digunakan untuk merenovasi tempat usaha,” kata dia saat ditemui Wartaphoto di ruang kerjanya.

Kepala Area BRI wilayah Kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Cepu ini menyampaikan, permodalan KUR sangat menggeliatkan perekonomian masyarakat desa. Berdasarkan data yang dia beberkan, KUR paling banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha olahan.

“Paling mendominasi kalau di Pati memang di industri olahan. Macam-macam jenis, mulai olahan perikanan dan beragam lainnya,” ungkap dia.

Khairul Anwar, dosen STAI KI Ageng Pekalongan (STAIKAP), yang merupakan pengamat ekonomi berpendapat, program KUR yang disalurkan oleh BRI menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat daya tahan dan pertumbuhan UMKM di Indonesia. Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan bunga yang terjangkau, pelaku usaha kecil kini memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, hingga melakukan inovasi usaha.

Menurutnya, KUR bukan sekadar bantuan modal, tetapi juga bentuk keberpihakan negara terhadap ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan pasar yang semakin kompetitif, keberadaan KUR dinilai mampu memberikan harapan baru bagi pelaku UMKM agar dapat naik kelas.

“Banyak usaha mikro yang sebelumnya berjalan secara sederhana kini mulai berkembang lebih profesional karena dukungan permodalan yang tepat. Dengan pendampingan dan literasi keuangan yang baik, program ini dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” jelas dia.

Reporter: Angga
Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close