16
September
2026
Rabu - : WIB

Kirab Budaya Haul Mbah Mutamakkin Kajen Dipadati Ribuan Warga, Dimeriahkan Tongklek hingga Marching Band

wartaphoto
2026/06/26 pada Berita, Pati, wartaphoto
Kemeriahan karnaval budaya di Kajen. (Foto: tangkapan layar live streaming Kusuma Vision)

WARTAPHOTO.NET. MARGOYOSO – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati sepanjang rute Kirab Budaya dalam rangka memperingati Haul Syekh Ahmad Mutamakkin di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, pada Jumat (26/6/2026).

​Arak-arakan budaya yang menjadi puncak acara dari rangkaian kegiatan pihak desa ini diikuti oleh sedikitnya 22 kelompok peserta. Seluruh peserta tersebut berasal dari 13 RT, pondok pesantren, serta lembaga pendidikan yang ada di Desa Kajen.

​Ketua Panitia Desa, Syamsul Bakri, menyatakan bahwa dalam kirab tahun ini, panitia sengaja menonjolkan kesenian tradisional tongklek sebagai identitas utama kendaraan hias. Tercatat ada 13 kelompok tongklek dari tiap RT yang unjuk gigi menghibur masyarakat.

​”Penggunaan tongklek ini sengaja kami pilih sebagai karakteristik khusus agar berbeda dengan perayaan di desa-desa lain. Karena ini momennya haul Mbah Ahmad Mutamakkin, jadi konsepnya harus berkesinambungan dengan tema haul, bukan seperti sedekah bumi,” ujar Syamsul saat memberikan keterangan pada Jumat siang.

​Meskipun melibatkan puluhan kelompok peserta dengan berbagai kreativitas, mulai dari penampilan marching band, penari tradisional, hingga replika kereta kencana naga raksasa, pihak panitia menegaskan bahwa kirab ini tidak dilombakan.

​Menurut Syamsul, kebijakan meniadakan kompetisi ini diambil untuk mengantisipasi potensi gesekan antarwarga sekaligus menjaga kondusifitas dan sportivitas di lapangan. Selain kirab, panitia desa juga melengkapinya dengan kegiatan hiburan lain seperti lomba untuk Ibu-ibu PKK dan panjat pinang.

​Sementara itu, Tokoh Pemuda Desa Kajen, Ulil Amri atau yang akrab disapa Cak Ulil, menjelaskan bahwa agenda Haul Syekh Ahmad Mutamakkin secara keseluruhan terbagi dalam dua segmentasi besar, yaitu agenda ritual keagamaan oleh pihak yayasan dan agenda festival oleh pihak desa.

“Dari pihak yayasan itu ada khataman binnadhor dan bilghaib, buka selambu, dan lain sebagainya. Dan kemudian untuk rangkaian acara dari desa, selaku ketua panitia itu ada momen kirab,” kata Cak Ulil saat ditemui di Kantor Kecamatan Margoyoso.

​Cak Ulil menambahkan, tingginya animo penonton yang datang dari luar daerah tidak lepas dari magnet sejarah Desa Kajen sebagai kota santri. Para alumni pondok pesantren Kajen yang tersebar di seluruh Nusantara kerap memanfaatkan momentum tahunan ini untuk pulang dan menyambung silaturahmi.

“Semoga dengan acaranya ini setiap tahun tetap kita menampilkan budaya Nusantara, di mana budaya Nusantara ini biar tidak luntur dari turun-temurun,” ujar dia.

Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close