16
September
2026
Rabu - : WIB

Meron Sukolilo Didorong Jadi Warisan Budaya Kabupaten Pati

wartaphoto net
2026/08/27 pada Budaya, Pati

PATI | WARTAPHOTO.NET – Tradisi Meron Sukolilo tak lagi dipandang sekadar sebagai tradisi masyarakat Desa Sukolilo. Pemerintah Kabupaten Pati mendorong Meron menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah yang terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri Tradisi Meron Desa Sukolilo 2026 di Halaman Masjid Baitul Yaqin Sukolilo, Kamis (27/8/2026).

“Acara Meron bukan hanya acara Desa Sukolilo, melainkan acara adat Kabupaten Pati yang harus kita lestarikan bersama untuk anak cucu kita,” kata Risma Ardhi Chandra.

Menurut Chandra, Pemkab Pati akan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Meron pada tahun-tahun berikutnya. Selain menjaga keberlangsungan tradisi, kegiatan budaya dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM.

“Meron harus terus kita selenggarakan dengan meriah. Selain menjaga budaya, kegiatan seperti ini juga memberikan efek domino bagi masyarakat, termasuk mendorong UMKM untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Chandra.

Ia mengatakan, Sukolilo memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan dan perjalanan budaya masyarakat Pati. Tradisi Meron sendiri berlangsung bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjadi bagian dari upaya mengenang leluhur serta para pejuang.

“Tempat ini adalah tempat yang mulia. Dahulu para pejuang dalam pertempuran Mataram datang ke Sukolilo dan bertepatan dengan Maulid Nabi. Dari sejarah itulah kemudian lahir Tradisi Meron,” tuturnya.

Pelestarian Budaya

Chandra menilai pelestarian budaya harus melibatkan generasi muda. Mereka perlu diberi ruang untuk mengenal dan terlibat langsung dalam seni dan budaya daerah, salah satunya melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

“Generasi muda harus terus kita ajak melestarikan seni dan budaya. Salah satunya melalui kegiatan GSMS yang baru saja diresmikan,” jelas Chandra.

Selain keterlibatan generasi muda, penguatan budaya juga membutuhkan sarana edukasi sejarah. Karena itu, Pemkab Pati terus mendorong pembangunan museum sebagai ruang belajar bagi generasi muda.

“Bagaimana anak-anak muda bisa mencintai budaya dan Pati kalau tidak ada museum untuk belajar sejarah Pati?” kata Chandra.

Ia menegaskan, seni dan budaya memiliki posisi penting dalam membangun persatuan masyarakat.

“Seni dan budaya adalah alat pemersatu bangsa. Karena itu, tujuan kita adalah membudayakan seni di Kabupaten Pati,” tegas Chandra.

Chandra juga mengapresiasi seluruh rangkaian Tradisi Meron Sukolilo 2026 yang berlangsung sejak 20 Agustus hingga puncak kegiatan. Ia berharap tradisi tersebut terus dijaga dan diwariskan sebagai bagian dari identitas budaya Pati.

“Siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini kalau bukan kita sendiri? Karena itu, mari kita jaga dan wariskan kepada anak cucu,” tutur Chandra.

Tradisi Meron Desa Sukolilo 2026 diselenggarakan Pemerintah Desa Sukolilo dengan melibatkan masyarakat setempat dan sekitarnya. Kegiatan tersebut juga diikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat Kabupaten Pati.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close