
PATI | WARTAPHOTO.NET – Gelaran Bank Jateng Liga Basket Pati 2026 tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga menjadi ruang untuk menggali dan mengembangkan potensi pebasket muda di Kabupaten Pati.
Kompetisi yang berlangsung di GOR Pesantenan Pati pada 15–20 September 2026 tersebut diikuti sekitar 485 atlet yang terbagi dalam 40 tim. Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai kategori SD, SMP hingga SMA.
Ketua Panitia Bank Jateng Liga Basket Pati 2026, Muhammad Wahyudi Putra (Yudi) , mengatakan kategori pertandingan dibuat beragam untuk memberikan ruang kompetisi bagi atlet dari berbagai kelompok usia.
“Ada sekitar 485 atlet dengan total timnya sebanyak 40. Dari mulai kategori SD kecil, SD mix putra-putri, terus SMP newbie, SMP putra-putri juga, sama SMA putra-putri,” ujar Yudi.

Menurut Yudi, keberadaan kompetisi seperti ini penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan basket di Pati. Ia menyebut perkembangan atlet Pati juga mulai terlihat dalam sejumlah ajang olahraga tingkat Jawa Tengah.
“Alhamdulillah kemarin terakhir kami sampai tingkat provinsi untuk Popda, cuma kebetulan kami terhenti di fase grup. Mohon doanya moga-moga nanti ke depan event terdekat ada Porprov bulan depan September. Kami ada tim putri yang berlaga, mohon doanya semoga nanti bisa memberikan hasil terbaik untuk Porprov 2026 ini,” katanya.
Sementara itu, Bank Jateng Liga Basket Pati 2026 dibuka oleh Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan bahwa kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak Pati untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding.

“Acara sore hari ini saya membuka Liga Bank Jateng, Liga Basket Bank Jateng 2026. Tentunya acara ini acara yang sangat luar biasa, menggali potensi anak-anak kita pebasket dari mulai usia SD, SMP, dan SMA. Acara yang sangat menarik yang bisa disaksikan oleh masyarakat Kabupaten Pati di GOR Pesantenan dari tanggal 15 September sampai 20 September 2026. Monggo saksikan prestasi anak-anak kita di bidang basket, di GOR Pesantenan Pati,” ujar Chandra.
Chandra menilai potensi pebasket muda Pati cukup besar. Hal itu, menurutnya, terlihat dari antusiasme peserta serta kesiapan mereka mengikuti pertandingan.
“Ini potensinya sangat luar biasa. Saya kira tadi antusiasme, dari postur tubuhnya, dari semangatnya, tadi coba salah satu anak shooting juga langsung masuk. Saya kira mereka sudah mempersiapkan latihan yang sangat lama untuk kompetisi basket ini. Luar biasa,” lanjut Chandra.

Ia berharap liga basket tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi semata. Menurutnya, pertandingan antarpelajar dapat menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit baru sekaligus mengembangkan kemampuan atlet yang sudah berlatih secara rutin.
Selain kemampuan teknis, Chandra juga menekankan pentingnya sportivitas. Menang dan kalah, menurutnya, merupakan bagian dari pertandingan. Yang lebih penting adalah keberanian peserta menunjukkan kemampuan terbaik serta mengambil pengalaman dari setiap pertandingan.
Chandra juga berpesan kepada dewan juri dan pelatih agar menjalankan tugas secara jujur sehingga proses kompetisi sekaligus penjaringan bakat dapat berlangsung dengan baik.
Kepada para peserta, ia mengajak agar pertandingan dijalani dengan sportif dan tetap menjaga kekompakan. Menurutnya, olahraga tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga dapat memperkuat kebersamaan dan persaudaraan.
“Selamat bertanding, jaga sportivitas. Kita semua adalah saudara,” pesannya.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad