
WARTAPHOTO.net. JUWANA. Sebuah rumah joglo klasik dengan balutan ornamen kuningan mewah peninggalan Almarhum Pawiro Pasi menginspirasi pengelola untuk disulap menjadi angkringan kafe.
“Kami selaku pengelola rumah joglo ini sepakat bersama keluarga dan putra wayah untuk menjadikannya kafe. Terkait siapa yang menjalankan semuanya dari pihak keluarga. Karena potensi keluarga kami beragam. Ada pemusik, ada seniman, pematung, dekoratif lighting, jago masak, hingga barista kopi. Ini semuanya kita manfaatkan,” ujar Haryono, sang pengelola kafe.
Terkait konsep, meskipun lokasinya cukup klasik dan terkesan eksklusif, namun harga menunya semuanya standar Juwana. Bahkan bisa dikatakan hemat.
“Pangsa pasar yang kami bidik memang mereka yang menyukai tembang kenangan, kemudian koes plus, dan didi kempot. Nanti kami buat tiga hari sekali nuansanya beda,” imbuh Haryono.

Haryono, pengelola d’Joglo cafe Juwana
Lebih lanjut, meski sudah dilakukan soft opening pada Minggu 12/06/22, namun renovasi masih terus dilakukan.
“Sambil ngobrol dengan teman, rekan-rekan, para pengunjung, kita coba akomodasi dan wujudkan agar semakin nyaman di d’Joglo café,” imbuhya.
Diakuinya pula bahwa persiapan menyulap rumah klasik menjadi kafe ini hanya selama dua pekan.
“Nanti ketika sudah seratus persen jadi, kita lakukan grand launching,” pungkasnya.
D’Joglo café berada di depan Pasar Juwana baru ini sangat cocok untuk ngobrol, bertukar ide, sambil menikmati suasana alam dan hasil karya seni yang dipajang di berbagai sudut.
Reporter: Arton
Editor: Revan Zaen