
WARTAPHOTO.NET. PATI – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pada lebaran 2024 ini, para pemudik yang menuju wilayah Jateng diperkirakan naik hingga sebanyak 198 juta pemudik.
Hal ini ia sampaikan saat berkunjung ke Kabupaten Pati, Senin (8/4/2024).
Pihaknya pun mengimbau kepada para pemudik untuk lebih berhati-hati, khususnya pengguna kendaraan roda dua. Hal ini mengingat jumlah kecelakaan yang terjadi pada masa operasi ketupat candi tahun cukup tinggi.
“Puncak arus mudik terjadi kemarin Minggu (7/4), jadi di pintu tol Kalikangkung pada pukul 16.00 rata-rata kendaraan yang masuk 4.200 per jamnya. Sedangkan jumlah kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah sebanyak 68.000 kendaraan,” ungkap dia.
Kapolda menyebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti penerapan one way lokal, serta mengoptimalkan pospam maupun check point yang ada untuk melayani pemudik.
Per hari Senin (8/4/2024), Kapolda menyebut kendaraan yang masuk mulai normal, rata – rata per jam 3.000 kendaraan.
Selain itu, implikasi dari pada one way ini adalah jalur aglomerasi, dari mulai Semarang Raya kemudian Pekalongan Raya, akan mempunyai implikasi terjadinya kepadatan.
Polda Jawa Tengah mencatat ada 93 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama 4 hari Operasi Ketupat Candi 2024. Selain luka ringan, kecelakaan yang terjadi juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Menurut Irjen Pol Ahmad Luthfi, dari total kejadian tersebut, 2 korban di antaranya meninggal dunia. Ini terjadi di Kabupaten Rembang dan wilayah Kota Semarang.
“Yang meninggal dunia 1 korban, kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Rembang antara bus dengan pemudik lokal. Dan seorang lagi korban tabrak lari di wilayah Poltabes Semarang, dan semalam pelakunya sudah kita tangkap,” kata dia.
“Manfaatkan cek poin atau rest area untuk beristirahat, jangan dipaksakan,” pesan dia untuk para pemudik.
Ia menjelaskan, kenaikan jumlah pemudik di wilayah Jawa Tengah cukup signifikan, pada 2022 ada 87 juta pemudik, tahun 2023 ada 137 juta, dan tahun 2024 ini ada 198 juta pemudik.
Sedangkan terkait masalah kejahatan di jalanan, Polda Jawa Tengah telah menyebar reserse untuk bertindak cepat mengantisipasi kejahatan.
“Terutama menempatkan Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Reskrim di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kejahatan,” tandas dia.
Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen