
WARTAPHOTO.NET. DUKUHSETI – Warga Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka sedekah laut, mulai dari larung sesaji, doa bersama, hingga hiburan panjat pinang di sungai, pada Jumat (3/5/2024).
Perayaan panjat pinang dan larung sesaji dalam rangka sedekah laut Kenanti ini diikuti oleh sebagian besar nelayan di dua desa. Yakni Desa Kenanti dan Desa Bakalan.
Mengingat, sungai Kaliguno yang dijadikan jalur utama sekaligus tempat bersandarnya perahu para nelayan ini berada di tengah-tengah antara Desa Kenanti dan Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti.
Sedekah laut tersebut rutin dilaksanakan pada hari pasaran Jawa Kliwon pertama di bulan Mei. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Kenanti Khoirul Anam.
“Acuan atau patokan yang digunakan biasanya menggunakan patokan bulan Mei, di hari pasaran Kliwon, jadi tidak tergantung pada harinya (hari nasional) tapi di hari pasarannya,” ungkap Kades Kenanti.
Ia menambahkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan swadaya oleh para nelayan yang ada di dua desa tersebut, sehingga kegiatannya dibuat sesederhana mungkin namun tetap meriah.
“Jadi kegiatan ini dibikin secara sederhana, karena ini kan murni swadaya dari nelayan itu sendiri. Kemudian disesuaikan dengan kemampuan dan penghasilan teman-teman nelayan. Hiburannya juga sederhana, hanya organ tunggal sebagai musik pengiring lorodan atau istilahnya panjat pinang,” terangnya.
Pihaknya berharap, dengan dilaksanakan kegiatan sedekah laut ini mampu memupuk kekompakan, mempererat tali persaudaraan, serta membawa kebaikan dan keberkahan bagi semua masyarakat khususnya para nelayan di dua desa tersebut.
Dalam berlangsungnya kegiatan, masyarakat tampak antusias menonton panjat pinang yang dilaksanakan di sungai Kaliguno siang itu. Panitia menyiapkan dua hiasan pinang yang siap dipanjat dengan masing-masing 1 tim terdiri atas 6 orang nelayan.
Salah satu warga Bakalan, Supa’ati, mengaku sangat terhibur dengan adanya hiburan ini. Menurutnya hiburan ini sudah mulai langka, apalagi dilaksanakan di sungai.
“Rame sekali, tadi pagi tidak sempat lihat larung sesaji karena kesibukan. Hanya tadi nonton lewat story WA teman-teman. Lalu dikabari kalau bakda Jumatan ada lorodan di sungai, ya saya nonton. Memang rame,” ujarnya.
Tepuk tangan dan sorakan warga terdengar ketika pemanjat pinang merosot hingga terjatuh ke sungai lantaran terpelesat oleh pelumas yang dilumurkan di batang pohon pinang.
Hingga akhirnya peserta panjat pinang mampu menaklukkan tantangan tersebut usai azan Ashar berkumandang.
Reporter : Dimas
Editor : Revan Zaen