16
September
2026
Rabu - : WIB

Kolaborasi dengan Dirjen Perikanan Tangkap, Firman Soebagyo Dorong Sertifikasi Kecakapan Nelayan di Pati

wartaphoto net

WARTAPHOTO.net. PATI. Bertempat di Balaidesa Kedalon Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Kamis, 1/08/2024 diselenggarakan Bimbingan Teknis (Bintek) Sertifikasi Kecakapan Nelayan (SKN). Bintek gratis selama dua hari ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap bekerja sama dengan Anggota DPR RI dari Partai Golkar Firman Soebagyo.

Hadir dalam acara ini, Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan Lilly Aprilia Pregiwati, S.Pi.,M.Si., Katimja Subdit Pengawakan Direktorat Kapal dan Alat Penangkapan Ikan, Muhammad Iqbal S.Pi., M.Si.

Nampak hadir pula, tim instruktur BP3 Tegal, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pati, Anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, S.KM, Forkopimcam Batangan, Kades Kedalon dan Kades Lengkong, serta calon anggota DPRD terpilih Nanda Yahya Prasetya S.Stat.

Adaptasi terhadap berbagai ketentuan dan persyaratan yang sesuai dengan perkembangan peradaban dunia internasional menjadi alasannya.

“Kondisi nelayan-nelayan kita saat ini boleh dibilang tidak seperti nelayan lainnya di luar negeri. Sekarang ini pemerintah sudah betul-betul memperhatikan bahwa untuk sertifikasi kecakapan nelayan menjadi bagian yang penting. Karena itu menjadi salah satu persyaratan bagi seluruh awak kapal yang akan mencari nafkah sebagai nelayan,” ujarnya.

Wakil rakyat yang terpilih kembali untuk kelima kali periode jabatan di DPR RI ini mengibaratkan kalau sopir harus punya SIM, di nelayan juga sama.

“Lisensi ini akan memudahkan mereka sendiri ketika sudah punya sertifikasi kelayakan. Kalau sampai terjadi sesuatu misalnya kecelakaan atau lainnya, yang pertama ditanya adalah SKN ini. Kalau tidak memiliki apa-apa mereka nggak akan lepaskan. Maka dari itu, itu kesadaran masyarakat ini harus dibangun dan dimulai harus dibudayakan,” imbuh Firman.

Dirinya mengibaratkan kasus yang ada di Sukolilo beberapa waktu lalu itu karena banyaknya masyarakat tidak memahami aturan hukum sedangkan edukasi penyuluhan dari pemerintah daerah dan juga dari aparat penegak hukum sangat kurang.

“Apa yang terjadi? masyarakat jadi korban karena mereka nggak tahu bahwa ini sesuatu yang baru disadari bahwa dia melanggar hukum. Ini yang ditekankan kepada itu prinsipnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan Lilly Aprilia Pregiwati menkankan pentingnya SKN ini.
“Sebenarnya kalau pada hari ini kita berikan tentunya yang terpenting adalah bagaimana mereka untuk memastikan terkait dengan kompetensinya, teknisnya, juga keselamatannya. Misalnya pertolongan pertama masa kecelakaan kemudian juga yang terkait dengan bagaimana untuk pencegahan kalau ada kecelakaan di laut. Kemudian juga yang terkait mungkin dengan polusi bagaimana mereka bisa menyelamatkan waktu keadaan darurat bagaimana prosedurnya dan juga yang terbaik,” terangnya.

Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close