
WARTAPHOTO.net. Pati – Ribuan massa aksi bela rakyat pada 13 Agustus 2025 telah penuhi alun-alun Pati, massa membawa sejumlah poster yang berisi tuntutan diantaranya agar Bupati Sudewo mundur dengan kesatria.
Supriyono “Botok” dalam orasinya menyebut bahwa sesungguhnya ia adalah pendukung Sudewo Chandra pada pilkada 2024 lalu. Namun ia merasa kecewa karena selama ini Sudewo menjadi arogan dan tidak menepati janjinya.
“Saya pendukung bapak Sudewo pada pilkada lalu, saksi hidup adalah mas Chandra yang saat ini menjadi wakilnya,” ungkap Supriyono, Rabu (13/8/2025).
Tak hanya menuntut Sudewo lengser, massa juga membawa tuntutan agar Sudewo diadili terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi DJKA.
Kastari warga Kecamatan Winong yang turut hadir dalam menyerukan tuntutannya aksi pada 13 Agustus ini mengaku rela meninggalkan pekerjaannya sebagai kuli bangunan demi bergabung bersama ribuan masyarakat Pati.
“Libur dulu kerjanya mas, kerja bisa seterusnya. Tapi ini pilih ikut demo. Harus segera lengser. Tapi yang tertib,” ujarnya.
Ribuan aparat kepolisian juga tampak berjaga pada setiap titik pertemuan jalan masuk menuju alun-alun Pati. Dengan berseragam lengkap, pasukan Dalmas dan Brimob juga berjaga-jaga untuk mengamankan aksi pada siang ini.

Terjadi Kericuhan
Insiden ini terjadi Kericuhan berawal dari Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang meminta Bupati Sudewo untuk keluar menemui mereka. Sejumlah botol air mineral dilemparkan ke arah pendopo pada pukul 09.42 WIB. Saat itu warga meneriakkan agar bupati lengser.
Kejadian ini terjadi usai orasi Cak Soleh, perwakilan peserta aksi dari Jawa Timur. Ia naik ke panggung dan menyerukan agar momentum ini menjadi wadah advokasi untuk isu-isu lain, seperti penggusuran.
Setelah itu situasi memanas, ada salah satu orasi yang menyerukan Bupati Sudewo untuk meletakkan jabatannya. “Lengserkan Sudewo, lengser sendiri atau dipaksakan oleh rakyat,” ujar salah salah satu orasi.
Saat itu beberapa massa kemudian melemparkan botol air mineral ke dalam Pendopo Kabupaten Pati. Aksi sempat memanas. Konsentrasi massa yang besar membuat polisi mengambil keputusan menembakkan gas air mata supaya terurai.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, keluar kantor Bupati Pati dan mendatangi panggung aksi, serta menyapa peserta demo secara langsung, dan menyerukan agar unjuk rasa tetap damai.
Reporter: A. Muhammad
Editor: Revan Zaen