16
September
2026
Rabu - : WIB

Dampak Proyek KDMP, Saluran Air di Sawah Sarirejo Pati Tersumbat

wartaphoto
2026/03/11 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. ​PATI – Petani di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, mengeluhkan kondisi saluran pembuangan air yang tersumbat material pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Akibatnya, aktivitas pertanian di wilayah tersebut terganggu.

​Sugiharto, salah satu petani setempat, mengungkapkan bahwa ladang sawahnya kini terendam banjir setiap kali hujan turun. Kondisi ini mulai terjadi sejak proyek KDMP berjalan. Menurutnya, saluran air di tepi sawah yang seharusnya menjadi jalur pembuangan justru tertimbun material bangunan.

​”Sawah ini adalah titik akhir aliran air. Biasanya kalau hujan dua jam, air cepat surut. Sejak ada bangunan KDMP, air meluap terus. Biasanya dua hari kering, sekarang dua minggu tidak habis-habis,” ungkap Sugiharto kepada awak media, Rabu (11/3/2026).

​Dampak dari genangan ini cukup serius. Kondisi ini menyebabkan petani mengalami gagal tanam hingga gagal panen. Sugiharto sendiri merugi hingga Rp30 juta.

“Ini terdampak 10 hektar lebih, petani rugi total. Kedua gagal panen, tanam hilang, terendam, udah dua kali,” keluhnya.

​Para petani mendesak Pemerintah Desa (Pemdes) Sarirejo dan pihak pengelola proyek untuk segera membuatkan saluran air atau selontong menuju Sungai Simo. Jalur ini dinilai sangat vital untuk mengalirkan luapan air dari wilayah Kutoharjo hingga Simo.

​Selain itu, Sugiharto menyayangkan kurangnya koordinasi dan sosialisasi dari pihak pengembang kepada warga sebelum proyek dimulai.

“Petani udah ngasih masukan ke Kodim 0718/Pati dan perangkat, sekdes (sekretaris desa), katanya mau ditindaklanjuti, dilebarkan, nyatanya tetap mangkrak,” ujar dia.
​Ia mengusulkan agar dibuatkan pintu air di depan pintu Kampoeng Pati serta saluran ke arah timur (depan Garudafood) agar arus air tidak menumpuk di satu jalur.

​Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Sarirejo, Wiku Haryanto, menjelaskan bahwa pembangunan gorong-gorong baru akan dilakukan setelah proyek KDMP tuntas. Ia mengklaim aspirasi petani sudah ditampung dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

​”Aliran air yang terdampak pengurukan akan dikembalikan lagi dan diberi gorong-gorong setelah pembangunan selesai. Kami sudah berkoordinasi dengan Kodim dan menerima masukan melalui Musrenbang,” jelas Wiku.

Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close