
WARTAPHOTO.NET. REMBANG – Sebuah prosesi pernikahan unik yang sarat akan makna lingkungan terjadi di Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Ahad (29/3/2026). Adalah Vicky Rio Wimbi Utomo, pemuda asal Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Pati, yang meminang kekasih hatinya, Feronika Parastuti, dengan mahar yang tak biasa, yakni sepasang bibit pohon mangga.
Bukan tanpa alasan, pemilihan bibit pohon ini merupakan simbol doa dan harapan yang mendalam bagi perjalanan rumah tangga mereka.
Bagi Vicky, mahar pohon mangga bukan sekadar pemberian formalitas, melainkan sebuah komitmen untuk merawat kehidupan bersama. Ia mengungkapkan bahwa setiap bagian dari pohon tersebut mewakili fase dalam pernikahan mereka.
”Saya memilih pohon mangga sebagai mahar, adalah doa yang kutanam dalam-dalam di tanah kehidupan. Agar cinta kita tumbuh seperti akarnya, menguat meski tak selalu terlihat, dan menjulang seperti batangnya, teguh menghadapi musim apa pun,” ungkap Vicky, kepada Wartaphoto, Rabu (1/4/2026).
Ia berharap, kelak saat pohon tersebut berbuah, manisnya menjadi saksi atas kesabaran yang mereka rawat bersama. Baginya, pernikahan adalah pengabdian yang tidak hanya bermanfaat bagi pasangan, tetapi juga untuk bumi yang mereka pijak.
”Karena mahar ini bukan sekadar pemberian, melainkan kehidupan yang kutitipkan untuk kita jaga, kita rawat, hingga waktu mengajarkan arti keberkahan yang sesungguhnya,” ungkap pria yang merupakan wartawan media mainstream yang berbasis di Pati ini.
Aksi inspiratif ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang, H. Moh. Mukson. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif pasangan tersebut yang dinilai sejalan dengan visi besar Kementerian Agama.
”Kami sangat mengapresiasi mahar bibit dua pohon mangga ini. Saat ini, Kementerian Agama sedang getol menggalakkan program Teoekologi, yaitu upaya melestarikan lingkungan berdasarkan ajaran agama,” ujar dia.
Pihaknya berharap aksi pasangan ini dapat menjadi inspirasi bagi calon pengantin lainnya. Menurut Mukson, melalui akad yang suci, Vicky dan Feronika telah memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan.
“Jadi, baru di awal pernikahan sudah memberikan dampak positif kepada kelestarian dengan mahar pohon itu. Dan tentu harapannya nanti mereka bersungguh-sungguh dalam merawat pohon sebagai mana merawat perkawinan,” harap dia.
Pihak Kemenag pun mendoakan agar pasangan ini menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah. Dengan mahar ini, pernikahan mereka diharapkan membawa manfaat luas, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun keberlangsungan bumi yang lebih baik di masa depan.
Reporter: Putra
Editor: Revan Zaen