01
Oktober
2026
Kamis - : WIB

Lewat SMK Go Global, 60 Perempuan Pati Disiapkan Jadi Pekerja Migran ke Taiwan-Malaysia

wartaphoto net
2026/09/30 pada Berita, Pati

PATI | WARTAPHOTO.NET – Sebanyak 60 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Pati mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas melalui program SMK Go Global. Selama 26 hari, mereka dibekali keterampilan untuk bekerja sebagai tenaga perawatan lanjut usia (lansia) di Taiwan dan Malaysia.

Pelatihan yang ditujukan bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tersebut resmi ditutup di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati, Rabu (30/9/2026).

Kepala Disnaker Kabupaten Pati Bambang Agus Yunianto mengatakan, para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pengetahuan mengenai tanggung jawab dan sikap yang dibutuhkan saat bekerja sebagai pendamping lansia.

“SMK Go Global ini pelatihan bagi warga Pati Calon Pekerja Migran Indonesia di bidang karteker yang mengasuh orang tua. Negara tujuan Taiwan dan Malaysia, jumlahnya 60 orang,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto kepada awak media di acara penutupan pelatihan SMK Go Global di Aula Kantor Disnaker Kabupaten Pati, hari ini, Rabu, 30 September 2026

Materi pelatihan antara lain mencakup tata cara merawat lansia, memandikan, hingga membantu lansia yang menggunakan kursi roda. Peserta juga ditekankan pentingnya memiliki rasa tanggung jawab, kejujuran, dan empati.

“Yang diujikan cara merawat orang tua, memandikan, mendorong lansia ketika di kursi roda dengan benar. Yang penting tanggungjawab, jujur, dan punya empati, karena butuh itu,” ungkapnya.

Selain keterampilan perawatan, peserta mendapat pembekalan bahasa asing sesuai negara tujuan penempatan. Untuk mendukung proses pelatihan, BP3MI Provinsi Jawa Tengah bersama Disnaker Pati menggandeng sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kabupaten Pati.

Seluruh peserta merupakan perempuan dengan rentang usia produktif. Sebanyak 60 peserta tersebut dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing terdiri atas 20 orang.

“Usia di usia produktif antara 30 sampai 50 tahun, cewek semua. Sebanyak 60 peserta di bagi ke dalam tiga kelompok, sehingga setiap kelompok berisi 20 peserta,” paparnya.

Program SMK Go Global tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara itu, jenis pekerjaan dan negara penempatan telah ditentukan oleh BP3MI Provinsi Jawa Tengah.

Dengan skema tersebut, peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi akan dipersiapkan untuk proses penempatan kerja di Taiwan maupun Malaysia.

Bambang mengatakan, peningkatan keterampilan menjadi salah satu tujuan utama program tersebut. Para peserta diharapkan memiliki bekal yang cukup sebelum bekerja sebagai pekerja migran sekaligus mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Tujuannya sebagai wadah Calon Pekerja Migran Indonesia bisa meningkatkan keterampilannya, punya rasa tanggungjawab, dan skill bertambah. Di samping itu, di awal ada niat ke luar negeri mencari uang yang gede untuk meningkatkan penghasilan untuk keluarga,” tuturnya.

Para pekerja migran nantinya akan menjalani kontrak kerja selama tiga hingga empat tahun. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, penghasilan diperkirakan berkisar Rp25 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Selama bekerja, para PMI akan tinggal di tempat yang disediakan oleh masing-masing majikan.

Reporter: Arton

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close