01
Oktober
2026
Kamis - : WIB

2.348 Pendonor Darah di Jawa Tengah Terima Penghargaan, Ahmad Luthfi Apresiasi Kepedulian Sosial

wartaphoto net
2026/09/30 pada Jateng

SEMARANG | WARTAPHOTO.NET – Aksi donor darah bukan sekadar rutinitas medis, melainkan sebuah simfoni kepedulian sosial yang nyata untuk menyelamatkan nyawa sesama. Nilai kemanusiaan inilah yang ditegaskan kembali oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri acara Temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, UTC Convention Hotel, Kota Semarang, Selasa (29/09/2026).

Di hadapan ribuan pendonor yang hadir, Gubernur menyampaikan apresiasi mendalam atas ketulusan para pahlawan kemanusiaan tersebut. Bagi Ahmad Luthfi, setiap tetes darah yang disumbangkan merupakan wujud amalan tulus yang dampaknya luar biasa bagi masyarakat luas.

“Bagi siapa pun yang memberikan darah kepada yang membutuhkan, ini merupakan suatu bentuk perwujudan amal (charity) yang diberikan dengan tulus,” ujar Gubernur Jawa Tengah.

Ia menilai, konsistensi para pendonor menjadi bukti kokohnya nilai kemanusiaan di Jawa Tengah. Misi sosial ini diharapkan tidak berhenti di dalam kantong darah saja, tetapi terus menular dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah keluarga maupun masyarakat sekitar.

Pada momentum tersebut, sebanyak 2.348 pendonor sukarela menerima penghargaan atas dedikasinya. Rinciannya, 1.743 orang tercatat telah melakukan donor darah sebanyak 50 kali, sementara 605 orang lainnya telah mencapai 75 kali donor.

Di tengah suasana hangat itu, Gubernur Ahmad Luthfi turut menyoroti pentingnya akurasi pendataan. Ia meminta PMI untuk terus memperbaiki dan memverifikasi data pendonor agar tidak ada kontribusi warga yang terlewat dari pencatatan resmi.

“Tidak boleh sampai ada masyarakat yang melakukan donor terlewatkan datanya, meskipun itu sukarela,” tegasnya.

​Hingga Juni 2026, produksi seluruh Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jawa Tengah rata-rata mencapai 17 ribu kantong darah per bulan. Jumlah ini dinilai sangat ideal untuk menjaga ketersediaan pasokan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.

Ketua PMI Jateng, Haryanto, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 97 persen kebutuhan darah di seluruh rumah sakit se-Jawa Tengah dapat dipenuhi oleh PMI. Capaian ini menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah dengan status stok darah yang aman.

Haryanto juga membeberkan betapa panjangnya perjuangan seorang pendonor rutin. Untuk mencapai angka 50 kali donor, seseorang membutuhkan waktu konsisten sekitar 13 hingga 14 tahun.

Sementara untuk menembus 75 kali donor, setidaknya butuh waktu hingga 18 tahun, dengan total darah yang didonorkan mencapai sekitar 37,5 liter per orang.

“Ini luar biasa. Tanda jasa yang kami berikan tidak seberapa dibandingkan dengan pengorbanan yang tulus dari Bapak dan Ibu sekalian,” tutur Haryanto haru.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh para penerima penghargaan, salah satunya Sugiyono, pendonor setia asal Kabupaten Pati. Ia tak menyangka konsistensinya berbagi sesama kini telah menembus angka 50 kali donor.

Dengan rasa syukur, Sugiyono menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua PMI Jateng, hingga jajaran PMI dan UDD PMI Kabupaten Pati yang selama ini memfasilitasi para pendonor.

“Tak terasa ternyata sudah 50 kali, semoga selalu bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkan,” ungkap Sugiyono penuh haru.

Bagi Sugiyono dan jutaan pendonor lainnya, memberi tak pernah merugikan. Ia pun menyelipkan pesan hangat bagi masyarakat luas untuk tidak ragu berbagi kehidupan lewat donor darah.
​”Setetes darah Anda sangat bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkan. Sehat dan berkah selalu. Aamiin,” pungkasnya.

Reporter: Anwarudin

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close