
WARTAPHOTO.NET. PATI – Para pedagang di Plaza Pragola Pati keluhkan sepinya pengunjung. Bahkan, mereka mengaku kesulitan mendapatkan penghasilan lebih dari Rp50 ribu setiap harinya.
Pusat kuliner dan produk unggulan milik Pemerintah Kabupaten Pati itu memang sudah beberapa tahun terakhir ini sepi pengunjung. Tempat itu semakin sepi saat pandemi Covid-19 melanda. Bahkan sejumlah kios di sana ditutup oleh pemiliknya.
Beberapa pedagang pun akhirnya memilih membuka lapak di luar Plaza Pragolo. Salah satunya, Leginah (65). Penjual kulineran itu sempat membuka warung di depan SPBU Margorejo.
Saat pandemi sudah mereda, ia kembali berjualan di Plaza Pragolo Pati. Namun, tempat itu tak kunjung bangkit. Hanya Bioskop yang ramai dikunjungi para pemuda-pemudi.
”Dulu satu hari bisa dapat jutaan. Sekarang ini sepi. Hari ini hanya ada beberapa orang yang membeli. Cuma 15 gorengan dan beberapa es. Sering kali makanan kayak nasi terpaksa saya buang karena ndak laku,” kata Leginah, Selasa (7/11/2023) pagi.
Leginah mengatakan, dulunya ada 50-an pedagang yang berjualan di sana. Namun, kini tinggal enam pedagang yang masih bertahan di sana. Salah satunya dirinya.
Ia mengaku terpaksa berjualan di sana karena warung kiosnya yang terletak di depan Pom Bensin Margorejo dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja Jawa Tengah (Satpol PP Jateng) beberapa bulan yang lalu. Pembongkaran itu dilakukan untuk penertiban bangunan liar.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Pati melakukan terobosan agar para pengunjung kembali ramai. Sehingga kios-kios dan warung di sana hidup kembali.
”Sebenarnya kalau ada event lumayan ramai. Tapi kebanyakan EO (event organizer)-nya bawa UMKM sendiri. Kita nggak kebahagiaan,” keluhannya.
Salah seorang pengunjung Palza Pragola, Aida (17) mengatakan, dirinya sering datang ke pusat kuliner dan UMKM tersebut. Namun dirinya mengaku tidak tertarik berbelanja karena sedikitnya pedagang.
”Jadi kalau ke sini hanya ke bioskop terus pulang,” kata dia.
Reporter : Putra
Editor: A. Muhammad.