17
September
2026
Kamis - : WIB

Buka 36 Hari Sekali, Pasar Gerit Cluwak Selalu Ramai Dikunjungi Warga untuk Berburu Jajan Tradisional hingga Tunaikan Nazar

wartaphoto
2024/04/15 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI—Kabupaten Pati memiliki pasar unik yang hanya buka setiap 36 hari sekali atau selapan. Hal itulah yang mampu menarik banyak perhatian pengunjung, baik warga sekitar Pati hingga dari luar kota.

Pasar ini berlokasi di RT 06 RW 01 Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, Pati. Warga sekitar menyebutnya pasar Gerit atau Pasar Pekaulan.

Terletak di Kabupaten Pati sebelah Utara, Pasar Gerit ini dapat ditempuh kurang lebih 1,5 jam perjalanan dari pusat Kota Pati.

Uniknya, di sini para pedagang tidak menjual berbagai macam kebutuhan pokok rumah tangga, namun para pedagang menjajakan berbagai macam makanan dan minuman tradisional. Mulai dari dawet cendol beras, kue cucur, kacang rebus, hingga umbi-umbian berupa ganyong, ubi jalar, umbi garut, talas, hingga gembili.

Menurut Rekso Wardhani, warga Cluwak yang juga sekaligus pemerhati budaya, nama “Pasar Pekalulan” berasal dari bahasa Jawa “Kaul” yang artinya adalah nazar.

Ssebab selain berburu aneka makanan tradisional di Pasar Gerit ini, banyak juga pengunjung yang datang dengan niat tertentu. Masyarakat sekitar percaya sebuah mitos di pasar ini adalah tempat untuk membayar nazar.

“Biasanya mulai rame itu menjelang Ashar. Minggu sekitar jam 3 sore. Minggu Legi malam Senin Pahing. Pengunjung nanti datang untuk menemui pelawang atau juru kunci lalu minum dawet. Justru itu dawetnya yang ngangenin di Pasar Gerit ini,” ungkapnya.

Salah satu pengunjung Pasar Gerit, Sumiyati, mengaku jarang melewatkan untuk berkunjung ke Pasar Gerit ini. Menurutnya, banyak hal yang membuat ia dan keluarga untuk selalu datang ke sini.

“Kalau dari dulu itu yang ngangenin kan memang dawetnya. Kadang kita janjian sama keluarga ataupun teman kalau pasaran Gerit nanti beli dawet. Baik itu punya nazar ataupun tidak. Baru nanti beli oleh-oleh khasnya di sini kue cucur dan lodro,” kata warga Kecamatan Dukuhseti ini.

Meski dengan bangunan tradisional tempo lama, namun kondisi pasar ini terlihat bersih dan sangat tertata.  Warga sekitar juga membantu pengunjung untuk memarkirkan kendaraan yang telah disediakan.

Pengunjung tak perlu khawatir, karena tarif parkir di pasar Gerit ini cukup terjangkau. Untuk parkir sepeda motor hanya dikenakn tarif sebesar Rp2 ribu, sedangkan untuk mobil hanya Rp5 ribu.

Reporter : Dimas
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close