16
September
2026
Rabu - : WIB

Serba-serbi Kecamatan Sukolilo Pati, Ada Tradisi Meron hingga Makam Sunan Prawoto

wartaphoto
2024/06/17 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. SUKOLILO – Beberapa hari terakhir, Kecamatan Sukolilo  Kabupaten Pati mendapatkan stigma negatif oleh masyarakat di jagat maya. Seperti dijuluki sarang penadah, hingga disebut sebagai kecamatan dengan SDM rendah.

Stigma-stigma negatif ini muncul usai kejadian main hakim sendiri di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kamis (6/6/2024) lalu. Di mana, seorang pengusaha rental mobil asal Jakarta, BH (52), tewas dihajar massa karena dicurigai sebagai pencuri. Padahal, menurut keterangan pihak kepolisian, BH hendak mengambil mobil rental miliknya yang digelapkan orang.

Namun, di balik peristiwa tersebut, ada sisi lain Kecamatan Sukolilo yang menarik untuk dikulik. Yuk kita jelajahi bersama-sama, Sahabat WP.

Lokasi Kecamatan Sukolilo

Jalan Raya depan Pasar Sukolilo

Sukolilo adalah kecamatan yang berada di sisi selatan Kabupaten Pati. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Grobogan di sebelah selatan, serta Kabupaten Kudus di sisi barat. Sukolilo berjarak kurang lebih 30 KM dari pusat Kabupaten Pati.

Di Kecamatan Sukolilo, terdapat 16 desa, antara lain Desa Baleadi, Baturejo, Cengkalsewu, Gadudero, Kasiyan, Kedumulyo, Kedungwinong, Kuwawur, Pakem, Porangparing, Prawoto, Sukolilo, Sumbersoko, Tompegunung, Wegil, dan Wotan.

Terkenal dengan Tradisi Meron
Di wilayah Sukolilo memang lekat dengan unsur sosial dan budayanya. Salah satunya, terdapat tradisi meron. Tradisi ini dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi Meron Sukolilo Pati, salah satu warisan tak benda Kemdikbudristek RI

Dikutip dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, tradisi ini berlangsung tiap tanggal 13 Rabiul Awal.

Meron pertama kali dilakukan oleh sejumlah abdi dalem Kasultanan Mataram di Pati pada abad 17. Pada tahun 2016, Meron ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kemendikbud ristek RI.

Perayaan Meron menggunakan gunungan makanan yang terbuat dari beras ketan, seperti once dan ampyang, lalu disusun tiga tingkatan, yakni mustaka, gunungan, dan ancak. Bagian mustaka terdapat rangkaian bunga dan jago.

Terdapat Wisata Alam yang Eksotis
Di Wilayah Kecamatan Sukolilo, juga terdapat wisata alam yang eksotis. Seperti Air Terjun Tadah Hujan di Desa Sukolilo hingga Gua Wareh di Desa Kedumulyo.

Wisata Alam Gua Wareh di Desa Kedumulyo, Sukolilo

Air Terjun Tadah Hujan ini cukup menarik untuk dikunjungi. Memiliki ketinggian 30 meter dan dikelilingi tebing, tempat ini menawarkan nuansa tenang sehingga sangat cocok dijadikan alternatif untuk berlibur.

Sementara Gua Wareh, terletak di kaki Pegunungan Kendeng Utara. Tempat ini sangat cocok untuk dikunjungi bersama pasangan maupun keluarga.

“Potensi Sukolilo ada Meron kemudian potensi Tadah Hujan dan lain-lain. Tentunya itu akan menghasilkan pundi- pundi pendapatan asli desa, otomatis perekonomian di desa tersebut bisa berkembang. Kemudian pemudanya nanti yang tergabung di Pokdarwis kan bisa  berinovasi untuk mengembangkan desanya,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Pati, Rekso Suhartono, Kepada Wartaphoto (17/6/2024).

“Selain itu, ada wisata Gua Wareh. Itu aset pemerintah daerah dan aset perhutani. Kita pelan-pelan kembangkan. Untuk Gua Wareh kemarin sudah kita jadikan desa wisata di Kedumulyo. Sudah kita support dengan bantuan dana. Mudah-mudahan bisa membangkitkan potensi di sana,” lanjut dia.

Terdapat Makam Sunan Prawoto
Sunan Prawoto adalah raja keempat Kasultanan Demak. Ia memegang pemerintahan pada tahun 1546-1549 menggantikan sang ayah Sultan Trenggono.

Makam Sunan Prawoto, di Desa Prawoto, Sukolilo Pati

Dikutip dari jurnal karya Agus Widiyatmoko dan Nurul Fatimah STAI Syekh Jangkung tahun 2024 yang berjudul ‘Pemerintahan Sunan Prawoto pada Masa Kesultanan Demak Tahun 1546-1549 M’, Sunan Prawoto alias Raden Mukmin memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Demak ke bukit Prawoto yang ada di Sukolilo Pati.

Makam Sunan Prawoto yang terletak di  Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo tak pernah sepi dari peziarah.

“Desa Prawoto adalah paling ujung di Pati. Ada beberapa potensi wisata, salah satunya wisata religi dengan adanya makam Sunan Prawoto. Sunan prawoto sendiri adalah sultan keempat raja Demak, makamnya ada di Prawoto,” kata Kepala Desa Prawoto, Hyro Fachrus kepada Wartaphoto.

Para peziarah yang datang ke Makam Sunan Prawoto juga tak hanya dari lokal Pati saja, melainkan dari berbagai daerah.
“Rata-rata kunjungan di Prawoto setiap minggunya 4 sampai 6 bus, Itu dari luar daerah. Ada yang dari Pekalongan, Jawa Barat, Jawa Timur, datang ke sini,” tutur Hyro.

Menurut dia, karnaval Haul Sunan Prawoto juga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.

“Haul Sunan Prawoto juga menjadi daya tarik tersendiri. Itu setiap tahun kita laksanakan dan masyarakat antusias bersama-sama memperingati haulnya Mbah Sunan Prawoto. Tentunya banyak wisatawan yang datang, baik lokal maupun luar provinsi,” ungkap Hyro.

Untuk diketahui, di Desa Prawoto juga terdapat Alun-alun dan juga potensi wisata lainnya, seperti Sendang Jibing dan Sendang Widodari.

Makam Prabu Angling Dharma
Prabu Angling Dharma merupakan seorang tokoh legenda dalam tradisi jawa yang dianggap sebgai titisan Batara Wisnu. Kemampuan dari Angling Darma adalah dapat mengetahui bahasa binatang.

Makam Prabu Angling Dharma di Mlawat, Baleadi, Sukolilo Pati

Masyarakat sekitar mempercayai jika Makam Angling Dharma terletak di Dukuh Mlawat, Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.

Makam ini berada di pinggir jalan Raya Sukolilo – Prawoto.

Tidak jauh dari makam tersebut, juga terdapat petilasan dari Patih Batik Madrim, yang merupakan patih dari Angling Dharma. Petilasan ini terletak di Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo.

Keberadaan Sedulur Sikep
Keberadaan Sedulur Sikep atau sekelompok orang penganut ajaran Samin masih ada hingga sekarang. Mereka tersebar di wilayah lereng Pegunungan Kendeng, seperti Kudus, Grobogan, Pati, Rembang, hingga Blora.

Salah satu tokoh sedulur sikep Sukolilo Pati yaitu Gunretno. Ia tinggal di Desa Baturejo.

Sedulur Sikep adalah sekelompok orang yang menganut ajaran Samin Surosentiko. Orang Samin menyebutkan diri sebagai pengikut agama Adam.

Penulis : Putra
Editor : Revan Zaen.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close