16
September
2026
Rabu - : WIB

Mengenal Gus Hasyim, Tokoh Muda Pejuang Kemerdekaan dari Kajen Pati

wartaphoto
2024/10/23 pada Berita, Feature, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Setiap memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan apel sekaligus berziarah di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, yaitu melakukan tabur bunga dan pembacaan tahlil di pusara Muhammad Hasyim Mahfudh.

Siapa Muhammad Hasyim Mahfudh?
Untuk diketahui, pahlawan yang akrab disapa Gus Hasyim ini merupakan santri dari Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati.

Gus Hasyim merupakan putra dari pasangan Mbah Mahfudh Salam Kajen dan Nyai Badiah. Muhammad Hasyim lahir di Kajen Pati pada tahun 1929 M dan wafat pada tahun 1949. Beliau adalah anak pertama dari enam bersaudara, yaitu Muhammad Hasyim, Hj. Muzayyanah (istri KH Mansyur Lasem / ibu dari Gus Qoyyum), KH. MA. Sahal Mahfudh Kajen, Hj. Salmah (istri KH Mawardi Bugel Jepara), Hj. Fadhilah (istri KH Rodhi Sholeh Jakarta), Hj. Khodijah (istri KH Maddah Zawawi Kencong Jember).

Sebagai seorang anak muda yang hidup di masa perjuangan kemerdekaan Negara Republik Indonesia, Gus Hasyim mewarisi jiwa perjuangan dari ayahanda, yaikni KH Mahfudh Salam, seorang pejuang yang gigih melawan penjajahan Belanda yang akhirnya wafat di penjara Ambarawa pada tanggal 17 Februari 1944 dan dimakamkan di komplek pemakaman penjara Belanda di Ambarawa.

Sepeninggal ayahandanya, Gus Hasyim bersama saudara-saudaranya yang lain diasuh oleh sang paman, yaitu KH Abdullah Zen Salam Kajen.

Gus Hasyim memiliki karakter yang keras dan tegas dalam memegang prinsip kehidupannya hingga memilih terjun di medan laga dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sikap ketegasan dalam perjuangan inilah yang menginspirasi para santri untuk ikut terjun dalam perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu menyambut seruan Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh Rois Akbar Nahdhatul Ulama Hadhrotus Syekh KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Dengan diikuti beberapa santri Kajen yang lain di antaranya, Abdullah Sa’id (putra KH Mustaghfiri Kajen), Masyhadi, Na’im Ihsan, dan lainnya, beliau malang melintang dalam peperangan melawan agresi Belanda I dan agresi Belanda II. Beliau berjuang dalam barisan Hizbullah bahu-membahu dengan Tentara Nasional Indonesia melakukan penyergapan dan perampasan senjata dari tentara Belanda kemudian menyimpannya di komplek pemakaman Kajen serta mendistribusikannya kepada pejuang-pejuang lain. Hingga beliau terkenal di kalangan pejuang dengan kemampuan mengoperasikan senjata-senjata rampasan dari tentara Belanda.

Gus Hasyim Jadi Target Belanda

Kepiawaian beliau dalam melancarkan serangan mendadak di jalur patroli Agresor Belanda dan keahliannya dalam mengoperasikan senjata rampasan inilah yang menjadikannya sasaran dan target operasi Belanda. Keberadaan beliau selalu dimata-matai. Oleh karenanya beliau tidak pernah menetap di satu tempat lebih dari satu malam, beliau selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Hingga akhirnya di penghujung tahun 1949 di satu surau di wilayah Sukolilo Pati saat beliau selesai Jamaah Salat Ashar mengimami dua orang santri, Abdul Manan dan Sholeh serta seorang anggota tentara bernama Harun, disergap oleh patroli Belanda. Gus Hasyim ditangkap saat berdoa sesudah salat Ashar, beberapa kali tembakan diarahkan kepada beliau tetapi tidak mempan dan akhirnya diberondong dengan senjata otomatis hingga akhirnya gugur sebagai seorang Syahid saat mempertahankan kemerdekaan NKRI dalam usia yang masih sangat muda yaitu 20 tahun.

Sementara para pengikut beliau berhasil lolos dan menyampaikan kabar penangkapan dan kematian beliau ke Kajen. Jasad beliau pada awalnya dimakamkan di Sukolilo, namun setelah beberapa tahun kemudian atas izin keluarga, akhirnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Pati (dengan nomor makam 95 atas nama Hasyim ket. Gugur) dan pada saat dipidahkan jasad beliau masih dalam keadaan utuh.

*Kisah Gus Hasyim ini dirangkum dari beberapa sumber dan disampaikan pada Ziarah Makam Pahlawan dalam rangkaian acara Hari Santri Nasional tahun 2017 oleh H.Ahmad Manhajussidad Shonhaji, Lc., MSI.

Foto : Ragil Kuswanto/Dok. PCNU Pati

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close