
WARTAPHOTO.net.GROBOGAN — Anggota DPR RI Hj. Sri Wulan, S.E., M.M. dari Fraksi Partai NasDem melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik Bencana Tahap I di masa reses Masa Persidangan V Tahun Sidang 2024–2025 pada Minggu, 3 Agustus 2025, pukul 10.00-15.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan ini fokus pada penanganan dampak bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, Sri Wulan menyerahkan bantuan langsung kepada para korban banjir di posko bencana yang berada di Desa Sukorejo. Ia didampingi jajaran pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan serta unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida).
Banjir yang terjadi pada Jumat malam, 1 Agustus 2025, disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dan meluapnya Sungai Tuntang serta jebolnya tanggul Sungai Renggong. Akibatnya, ratusan rumah dan puluhan hektare sawah di Desa Sukorejo, Tanggirejo, Medani, dan sekitarnya terendam air hingga setinggi 1,5 meter.

Hj. Sri Wulan berkoordinasi dengan Fokopimda setempat dalam penyaluran bantuan banjir
Sebanyak 255 warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat penampungan seperti gedung olahraga (GOR) dan rumah kerabat. Sementara itu, 926 warga lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing. Selain kerusakan rumah, bencana ini menyebabkan gagal panen di ratusan hektare lahan pertanian, dengan kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Sebagai wakil rakyat, saya hadir langsung untuk memastikan penanganan darurat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Bantuan yang kami bawa hari ini semoga bisa sedikit meringankan beban warga terdampak,” tegas Sri Wulan saat menyerahkan bantuan.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB itu juga menjadi ajang koordinasi antarinstansi terkait dalam mempercepat proses penanganan bencana dan pemulihan pascabencana.
Sri Wulan juga mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk segera memperbaiki infrastruktur penahan banjir, terutama tanggul yang jebol, guna mencegah kejadian serupa terulang. Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak boleh berhenti pada tahap darurat, tetapi juga harus mencakup perencanaan jangka panjang yang berpihak pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad