
WARTAPHOTO.net. PATI. Sejumlah warga yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu menggelar nonton bareng (nobar) proses pemeriksaan Bupati Pati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin. Kegiatan ini berlangsung di Posko Donasi yang terletak di depan Kantor Bupati Pati.
Warga tampak duduk bersama sambil menyaksikan jalannya pemeriksaan melalui sebuah gawai yang diletakkan di tengah posko.
Slamet, salah satu penjaga Posko, menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini dilakukan untuk mengawal secara bersama-sama proses pemeriksaan yang sedang dijalani Sudewo di KPK.
“Kita lagi nonton bareng (nobar) live untuk mengawal Bupati Pati Sudewo yang dipanggil KPK. Kita mengawal di sini dan nobar,” katanya.
Menurut Slamet, pemeriksaan Bupati Pati oleh lembaga antirasuah menjadi momen penting bagi masyarakat. Warga berharap agar KPK segera menetapkan Sudewo sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
“Harapan kalau bisa segera ditetapkan tersangka. Kalau ditetapkan kita posko lanjut. Kita juga mengawal hak angket,” ujarnya.
Masyarakat Pati Bersatu juga menegaskan akan terus mengawal kasus ini. Bahkan, meski KPK nantinya menetapkan Sudewo sebagai tersangka, mereka berencana tetap menggelar aksi demonstrasi di Gedung Merah Putih KPK pada 2 September 2025 mendatang.
Sudewo Membantah
Sudewo hari ini (27/08/25) diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi jalur kereta api di lingkungan DJKA Kementerian Perhubungan. Ia diduga menerima suap ketika masih menjabat sebagai anggota Komisi V DPR.
Bupati Pati Sudewo membantah telah memperoleh uang Rp 3 miliar dari kasus suap terkait pembangunan jalur kereta di Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sudewo mengatakan, uang yang sudah disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu adalah pendapatannya sebagai anggota DPR periode 2019–2024.
“Kalau soal uang itu juga ditanyakan dan itu sudah dijelaskan dalam pemeriksaan kira-kira dua tahun yang lalu, bahwa itu adalah uang pendapatan dari DPR RI, semua perinci, ada pemasukan, pendapatan, ada pengurangan,” kata Sudewo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (27/8/2025) sebagaimana dilansir kompas.com
“Saya dipanggil, dimintai keterangan sebagai saksi, semua pertanyaan saya jawab sejujurnya dan apa adanya,” ujar Sudewo.
Reporter: Arton
Editor: Revan Zaen